Filosofi Tradisi Suroan (Culture Of Java) Di Desa Sidoerejo Kabupaten Langkat Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1671Keywords:
Suroan Muharram Sidoerejo Jawa FilosofiAbstract
Indonesia adalah negara yang terdiri dari kepulauan yang didalamnya memiliki keberagaman budaya. Keberagaman budaya tersebut memiliki nilai positif yakni adanya eksistensi yang kokoh di dalam adat yang tidak dapat dilepaskan sebagai salah satu warisan dari leluhur. Terkait adat istiadat yang ataupun warisan yang berasal dari leluhur, untuk mendapatkan salah satu bukti terkait adanya warisan leluhur ialah dengan cara menggunakan salah satu metode field research secara langsung kelapangan dalam bentuk metode kualitatif. Berdasarkan metode tersebut didapatkanlah salah satu warisan budaya yang sampai saat ini masih terlaksana. Salah satu contohnya ialah tradisi suroan yang biasanya dilaksanakan oleh suku Jawa. Akan tetapi dalam konteks pelaksanaannya tradisi suroan memiliki makna ataupun filosofis tersendiri dari setiap daerah. Contohnya yang dapat kita ambil ialah tradisi suroan di Desa Sidorejo, kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tradisi suroan selain memiliki makna sebagai peringatan dari 10 Muharram dan juga peristiwa lainnya di tanggal 10 Muharram, tradisi suroan memiliki makna sebagai ucapan rasa syukur dan menolak bencana. Selain itu, tujuan dalam penelitian ialah sebagai upaya proses dukungan pengabdian dalam akulturasi budaya berbentuk islamisasi dalam bentu adat istiadat suroan. Sehingga penting untuk diketahui bersama bahwa budaya yang baik adalah budaya yang tidak meninggalkan pendidikan agama didalamnya.
Downloads
References
Emi Fahrudi. (2022). Makna Simbolik “Bulan Suro” Kenduri Dan Selamatan Dalam Tradisi Islam Jawa. ASWALALITA (Journal Of Dakwah Manajemant), 1(2), 186. http://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/aswalalita/article/view/383/269
Japarudin, J. (2017). Tradisi Bulan Muharam Di Indonesia. Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 2(2), 167. https://doi.org/10.29300/ttjksi.v2i2.700
Kurniawan, S. (2019). Komunikasi Ritual Suroan pada Masyarakat Suku Jawa di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 19(2), 138. https://doi.org/10.29300/syr.v19i2.2467
Muhammad Imam Ma’ruf. (2022). Tradisi Suroan Masyarakat Jawa Desa Sidoharjo-1 Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Ditinjau Dari Aqidah Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Nur Fitrotun Nisa’, I. (2021). Historisitas Penanggalan Jawa Islam. 5(1), 6. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/ifk.v5i1.23938
Putri, N. A. (2020). Islam dan Kearifan Lokal Sunda ( Tradisi 10 Muharam Bubur Suro di Sumedang). Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 3(1), 53–68. https://doi.org/10.15575/hm.v3i1.9395
Rahayu, S. S. (2018). Tradisi Nerbang di Pondok Pesantren Suryalaya. Latifah, 2(2), 6.
Salim, M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–255. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845
Triwijayanti. (2018). Sasi Suro Pada Orang Jawa Di Desa Wonorejo Kecamatan Mangkutana.
Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal of Scientific Communication (Jsc), 1(1), 1–13. https://doi.org/10.31506/jsc.v1i1.7764
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 zahrotul husna, Tri Inda Fadhila Rahma, Inayah Ardiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
zahrotul husna,
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
Indonesia


