Representasi Tradisi Dan Identitas Batak Toba Dalam Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa: Sebuah Kajian Semiotika

Authors

  • Susen Siburian, Universitas Negeri Medan,  Indonesia
  • Riris Mariani Saragi, Universitas Negeri Medan,  Indonesia
  • Rumintan G.Simbolon, Universitas Negeri Medan,  Indonesia
  • Mara Untung Ritonga, Universitas Negeri Medan,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.3436

Keywords:

Film, Representasi, Batak Toba, Semiotika

Abstract

Film adalah medium visual yang menggabungkan gambar bergerak, suara, dan teks untuk menyampaikan cerita, gagasan, atau pesan kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi tradisi Batak Toba dan budaya Batak Toba yang ada dalam Film yang berjudul “Pariban: Idola dari Tanah Jawa”. Penelitian ini menganalisis representasi budaya Batak Toba dalam film “Pariban: Idola dari Tanah Jawa” menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini menonjolkan tradisi dan identitas Batak Toba melalui bahasa, ritual adat, pakaian, dan sistem marga. Dengan metode kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen budaya yang digambarkan dalam film. Analisis semiotika pada adegan-adegan tertentu menunjukkan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkait dengan tradisi Batak Toba, seperti keyakinan asal-usul orang Batak, sistem marga, dan konsep “pariban”. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa film ini menggambarkan budaya Batak Toba dengan cara yang mendalam dan kompleks, meskipun terdapat stereotip tradisional. Mitos dominasi orang tua dalam menjaga nilai budaya juga muncul, menunjukkan ketegangan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film “Pariban: Idola dari Tanah Jawa” berperan penting dalam merepresentasikan dan merayakan warisan budaya Batak Toba.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asriningsari, Ambarini, & Nazia Maharani Umaya. 2012. SEMIOTIKA Teori dan Aplikasi pada karya sastra. Semarang: UPGRIS PRESS

Nainggolan, Togar. 2012. Batak Toba: Sejarah dan Transformasi Reliji. Medan: Bina Media Perintis.

Siahaan, E., & Tandyonomanu, D. (2022). Marsaor Paradotan Pada Pernikahan Pariban Suku Batak Toba di Kota Surabaya. The Commercium, 5(02), 138-156.

Firmando, H. B. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1), 16-36.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Sianturi, P. M. (2023). Representasi Nilai Budaya Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (Doctoral dissertation, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO).

Sitanggang, M. P. (2019). Perkawinan dengan pariban pada suku Batak Toba di kota Jambi. Jom Fisip, 6(1), 1-14.

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

https://mistar.id/edukasi/budaya/salam-horas-makna-persahabatan-dan-semangat-orang-batak/#google_vignette

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Siburian, S. ., Mariani Saragi, R. . ., Simbolon, R. G., & Untung Ritonga, M. . (2024). Representasi Tradisi Dan Identitas Batak Toba Dalam Film Pariban Idola Dari Tanah Jawa: Sebuah Kajian Semiotika. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), 2920–2929. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.3436