Pengembangan Pariwisata Melalui Pengelolaan Desa Wisata Bahari “Pantai Pengkolan” Kabupaten Lamongan

Authors

  • Author Icon
    Ika Purnamasari Universitas Islam Lamongan
  • Author Icon
    Fuquh Rahmat Shaleh Universitas Islam Lamongan
  • Author Icon
    Dona Wahyuning Laily Universitas Islam Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i4.3445

Keywords:

Berkelanjutan, Desa Wisata, Pantai, Pengelolaan, Wisata Bahari

Abstract

Wilayah hutan mangrove membentang ratusan meter di pantai Pengkolan. Pohon mangrove tumbuh subur dan lebat, namun pengunjung juga tidak bisa berharap lebih karena belum adanya manajemen yang baik dalam mengelola pantai tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk pengelolaan desa wisata bahari pantai pengkolan Kabupaten Lamongan yang terdiri dari: 1) Kegiatan bakti sosial di lingkungan wisata; 2) Perbaikan dan pengadaan sarana prasarana pariwisata. Pelaksanaan program PKM ini menggunakan metode Education for Sustainable Development (EfSD). EfSD adalah pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu pembelajaran yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang terutama generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan bakti sosial bersih-bersih pantai pengkolan yaitu lingkungan pantai menjadi lebih asri dan indah. Pemberian papan penunjuk arah memberikan manfaat  pengunjung dapat dengan mudah menuju lokasi wisata. Penambahan spot foto di area pantai pengkolan memberikan manfaat dapat menarik wisatawan sehingga dapat meningkatkan pengunjung yang datang. Dengan banyaknya pengunjung yang datang tentunya dapat meningkatkan pendapatan dari masyarakat setempat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andiyani, A. A. I. (2017). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Desa Wisata dan Implikasinya terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah. Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 1–16. http://jurnal.ugm.ac.id/Jkn%0avolume

Awoyemi, M. (2002). Research Methodology in Education. Accra: K 'N' A.B. Ltd.

Disparbud. (2022). Pantai Pengkolan Lamongan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Fahmi, Z. (2024). Keindahan Pantai Pengkolan di Kandang Semangkon, Destinasi Eksotis di Pesisir Utara Lamongan. Info Lamongan. https://infolamongan.id/keindahan-pantai-pengkolan-di-kandang-semangkondestinasi-eksotis-di-pesisir-utara-lamongan/

Ghauri, P., Grønhaug, K., & Strange, R. (2010). Research Methods in Business Studies, 4 uppl. Harlow, Storbritannien: Pearson Education Limited,

Jannah, H. R., & Suryasih, I. A. (2019). Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Mas, Ubud. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 77–81. https://doi.org/10.24843/jdepar.2019.v07.i01.p12

Koroy, K., Yulianda, F., & Butet, N. A. (2017). Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Di Pulau Sayafi Dan Liwo, Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 8(1), 1–17. https://doi.org/10.24319/jtpk.8.1-17

Masrun, Jupri, A., & Firmansyah, M. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Rangka Pengembangan Pariwisata Melalui Pengelolaan Desa Wisata Pantai Gili Gede Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Journal of Economics and Business, 5(2), 32–52. https://doi.org/10.29303/ekonobis.v5i2.43

Mubarok, F. (2021). Pantai Pengkolan Lamongan, Suasana Alamnya Bikin Ketagihan. Mongabay. https://www.mongabay.co.id/ 2021/09/12/pantai-pengkolan-lamongan-suasana-alamnya-bikin-ketagihan/

Purmada, D., Wilopo, W., & Hakim, L. (2016). Pengelolaan Desa Wisata dalam Perspektif Community Based Tourism (Studi Kasus pada Desa Wisata Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 32(2), 15–22

Purwanto, M. Y. (2021). Menikmati Senja di Pantai Kandangsemangkon. Radar Bojonegoro. https://radarbojonegoro.jawapos.com/nasional/18/12/2021/menikmati-senja-di-pantai-kandangsemangkon/

Sabrina, R. (2021). Bertahan Di Tengah Badai Pandemi Covid-19 Dengan Rehabilitasi Mangrove Dan Pemanfaatan Ekonominya ( Studi Kasus : Kelompok Tani Hutan Peduli Pesisir Di Kabupaten Langkat , Provinsi Sumatera Utara ). 2(1), 181–190.

Sanjaya, A., Fourqoniah, F., & Althalets, F. (2020). Optimalisasi Kesiapan Desa Kersik Menuju Desa Wisata Pascapandemi Covid-19. 2(2), 63–69.

Sidiq, A. J., & Resnawaty, R. (2017). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Linggarjati Kuningan, Jawa Barat. Prosiding KS Riset Dan PKM, 4(1), 38–44. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14208

Silvitiani, K., Yulianda, F., & Siregar, V. P. (2017). Perencanaan Pengembangan Wisata Pantai Berbasis Potensi Sumberdaya Alam Dan Daya Dukung Kawasan Di Desa Sawarna, Banten (Coastal Tourism Development Based on Natural Resources and Carrying Capacity in Sawarna Village, Banten). Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 24(2), 66–72. https://doi.org/10.22146/jml.23076

Tyas, N. W., & Damayanti, M. (2018). Potensi Pengembangan Desa Kliwonan sebagai Desa Wisata Batik di Kabupaten Sragen. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(1), 74. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.1.74-89

Wardana, W. N. K., Wijjaksono, A., & Endarwati, M. C. (2019). Identifikasi Kebutuhan Sarana dan Prasarana Wisata Berdasarkan Persepsi Pengunjung di Pantai Sipelot Kabupaten Malang [Institut Teknologi Nasional Malang]. https://eprints.itn.ac.id/133/

Yustinaningrum, D. (2017). Pengembangan Wisata Bahari Di Taman Wisata Perairan Pulau pieh Dan Laut Sekitarnya. Jurnal Agrika, 11(1), 96–111. https://doi.org/10.31328ja.v11i1.455

Downloads

Published

2024-09-30

How to Cite

Purnamasari, I. ., Shaleh, F. R. ., & Laily, D. W. . (2024). Pengembangan Pariwisata Melalui Pengelolaan Desa Wisata Bahari “Pantai Pengkolan” Kabupaten Lamongan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(4), 4276–4283. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i4.3445