Konseling Keluarga Dan Screening Penderita TB Di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang

Authors

  • Made Susilawati, Poltekkes Kemenkes Kupang,  Indonesia
  • Karol Octrisdey, Poltekkes Kemenkes Kupang,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1.351

Keywords:

Konseling, Keluarga, Screening, Tuberkolosis

Abstract

Tuberkolosis (TBC) merupakan satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dalam hal penderita TB, setelah India dan China.. Pengetahuan tentang penyakit dan terapi khususnya tentang pengobatan adalah kunci dalam kepatuhan pasien. Konseling kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien terhadap pengobatan. Konseling dapat meningkatkan pengetahuan pasien, sehingga pasien mengetahui pentingnya pengobatan TBC untuk menunjang proses kesembuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang TB Paru melalui konseling TB  yang komprehensif melalui pemberian informasi yang terstruktur tentang TB Paru dan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penguatan terhadap agent of change (kader kesehatan dan pengawas menelan obat/PMO) serta screening kepada jemaat gereja yang berkesempatan hadir saat konseling. Hasil konseling menunjukan tingkat pemahaman yang semakin baik dari masyarakat tentang penyakit TB. Pada tahap screening didapatkan hasil negatif yang menunjukan bahwa peserta screening semuanya dalam keadaan sehat. Diharapan agar nantinya kader kesehatan dan PMO dapat mempraktekan teknik melakukan konseling sehingga mampu mentransfer informasi tentang TB Paru ke masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-09-23

How to Cite

Susilawati, M., & Octrisdey, K. . (2022). Konseling Keluarga Dan Screening Penderita TB Di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(1), 343–348. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1.351