Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) Bagi Pembudidaya Ikan Di Desa Wangen, Kabupaten Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.6786Keywords:
Pelatihan, Fermentasi, Pupuk Organik Padat, Indigenous Microorganisms, Kotoran KambingAbstract
Pelatihan pembuatan pupuk organik padat (POP) bagi pembudidaya ikan yang diselenggarakan di Desa Wangen, Kabupaten Lamongan, memiliki tujuan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Pelatihan dirancang sebagai respon terhadap permasalahan utama yang dihadapi pembudidaya, yaitu mahalnya biaya operasional budidaya ikan. POP dipilih sebagai solusi alternatif karena memiliki keunggulan dalam meningkatkan kesuburan kolam dan ekosistem budidaya ikan secara alami. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif, yang melibatkan langsung pembudidaya dan mahasiswa-mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku yaitu: Kotoran kambing, arang sekam, tanah di bawah pohon bambu, tanah tambak, Bekatul/dedak halus, Gula merah/molase, Ragi tape, Probiotik Indigenous Microorganisms (IMO) dan Air. Materi pelatihan mencakup pemaparan materi singkat mengenai konsep POP dan manfaatnya, demonstrasi langsung pembuatan POP, praktik kelompok, sesi tanya jawab, diskusi interaktif mengenai kendala dan peluang implementasi POP. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pembuatan POP dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, efisiensi biaya, ketersediaan bahan baku dan produk siap pakai. Serta pada kotoran kambing memiliki kandungan dari Kalium (K) sebesar 16% sedangkan setelah di fermentasi selama 7 hari akan meningkat kandungan Kalium(K) menjadi 32%. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah peningkatan produktivitas, ramah lingkungan, kemandirian pakan dan peningkatan kualitas air. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pembudidaya ikan di Desa Wangen mampu meningkatkan produktivitas, dengan perairan tambak yang subur serta dapat mengurangi ketergantungan pada pakan buatan, mendukung sistem budidaya berkelanjutan tanpa mencemari lingkungan perairan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dan kualitas air yang optimal. Dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Wangen secara berkelanjutan, serta dapat memproduksi secara massal pupuk organik padat (POP) dan dapat diperjual belikan ke seluruh Indonesia.
Downloads
References
Ashari, A. M. (2024). Pelatihan Pembuatan Kompos Dari Campuran Limbah Daun Kering dan Basah. Journal of Community Development, 5(1), 101–107.
Bolly.Y.Y., Y. Wahyuni., G. O. Apelabi., M. A. Y. Nirmalasari. 2021. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat Berbahan Dasar Lokal untuk Mewujudkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Alam Subur Desa Waigete. Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2, No. 2, Agustus 2021 Hal. 87 - 91 e-ISSN: 2774-8537.
Hapsari, A.Y. 2013. Kualitas dan Kuantitas Kandungan Pupuk Organik Limbah Serasah dengan Inokulum Kotoran Sapi secara Semi anaerob. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Istiqomah, I., dan Kusumawati, D. E. (2022). Buku ajar pertanian terpadu berbasis bebas limbah. Duta Media Publishing.
Istiqomah., D. E. Kusumawati ., R.A. K. Saputra., M. Sudarsono., dan F. N. Safitri. 2024. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Enceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Kotoran Kambing di Desa Centini, Kabupaten Lamongan. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia (JPN-I) Vol. 5 No. 3 (2024). 779-788.
Laura, A.T. 2021. Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Kambing. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: I No: 50 (Desember 2021): 45-51.
Leksono, P.D.C., dan Poniran. 2014. Penggelondongan Ikan Bandeng Di Tambak Dengan Kepadatan Berbeda. Bul. Tek. Lit. Akuakultur Vol. 12 No. 2 Tahun 2014: 119-122.
Lubis, E., A. Munar., W. A. Barus ., dan H. Khair. 2023. Pelatihan Fermentasi Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik Di Desa Banjaran Raya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4, No. 3 (2023) || E-ISSN: 2723-5475. 169-175.
Luthfianto, D., Noviyanti, R. D., dan Kurniawati, I. (2017). Karakterisasi Kandungan Zat Gizi Bekatul Pada Berbagai Varietas Beras Di Surakarta. Urecol, 371–376.
Musthafa,M.B. 2022. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Dengan Penambahan Pupuk Kandang Dan Arang Sekam Pada Media Tanam. Sosains. Jurnal Sosial dan Sains. Volume 2, Nomor 2, Februari 2022. p-ISSN 2774-7018 ; e-ISSN 2774-700X
Novia, D.,A. Sandra., E.Vebriyanti., A. A. Putra., dan A.Rakhmadi. 2024. International Symposium on Food and Agro-Biodiversity 2024 (ISFA 2024).doi:10.1088/1755-1315/1460/1/012026
Pakerti, W.A., D.W. Widjajanto ., E.Fuskhah. 2021. Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Dan Pupuk Majemuk Serta Dosis Arang Sekam Pada Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Rawit Hibrida (Capsicum annum L.). Jurnal Agrotech 11 (1) 27-35, Juni 2021.
Surayani, E., Zulnazri., R. Dewi., Meriatna., E. Kurniawan. 2024. Pembuatan Pupuk Organik Padat Dari Kotoran Kambing Dengan Bio Katalis Bacillus subtilis. Chemical Engineering Journal Storage 4: 1: 74-85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yora Utami Putri Pertiwi , Choirudin Abdul Ghani, Fahima Puput Nurjanah, Muhammad Fauzul Kabir, Achmad Zhaka Mahendra, Normandio Ashari, Mohammad Fajar Zaidurrohman, Afnan Ardiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


