Makna Ornamen Arsitektur Sasadu Suku Sahu Halmahera Barat

Authors

  • Moh Rizki A Karim, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia,  Indonesia
  • Antariksa Sudikno, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia,  Indonesia
  • Agung Murti Nugroho, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia,  Indonesia

Keywords:

Sasadu, Suku Sahu, Ornamen, Makna Ornamen

Abstract

Arsitektur sebagai komunikasi visual memiliki makna yang harus dibaca melalui ilmu semiotika. Arsitektur sasadu memiliki ornamen sebagai simbol dan makna dari setiap ornamen yang melekat pada arsitektur sasadu. Suku sahu adalah suku asli Halmahera barat sebagai pemilik arsitektur sasadu. Taraudu merupakan kampung suku sahu pa’disua yang memiliki sasadu dengan ragam ornamen. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan makna ornamen yang ada pada arsitektur sasadu. Metode kualitatif pendekatan semiotika Roland Barthes. Pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggambar menggunakan software autocad, analisis makna denotasi dan analisis makna  konotasi . Hasil penelitian menunjukkan  Makna motif denotatif ornamen gunung sambilan adalah hutan pertanian konotatif tempat leluhur. Denotatif campaka bunga upacara konotatif bunga leluhur. Tumbuhan paku denotatif tumbuhan hutan sahu konotatif kehidupan. Cengkeh denotatif rempah konotatif penyedap rasa. Tangan denotatif organ tubuh konotatif kasih sayang. Toto (payudara) denotatif reproduksi konotatif kedudukan perempuan. Alat vital perempuan denotatif reproduksi konotatif kedudukan perempuan. Kaki denotatif berdiri konotatif menjalani hidup. Kaki seribu denotatif binatang tanpa tulang belakang konotatif penjaga hutan. Ular denotatif reptil konotatif penjaga wilayah sahu. Parang dan salawaku denotatif alat perang konotatif pertahanan dan kehormatan. Wanata denotatif bubungan atap konotatif pertahanan dan persatuan. Pagara denotatif lisplang konotatif batas ruang sakral upacara

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ade, S., Rahman, A., Dimyati, & Slameto, P. J. (2022). MAKNA ORNAMEN PADA FASAD BANGUNAN KELENTENG BOEN TEK BIO DI TANGERANG. Syntax Literate, 7(6), 7504–7520.

Agustin, H., & Lestari, W. (2022). Analisis Kebutuhan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Anak pada Pelestarian Tari Tanggai Kota Palembang Sumatera Selatan Era Pandemi Covid-19. Sitakara, VII(1), 108–117. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/sitakara/article/view/7463

Amiuza, C. B. (2017). Semiotika Arsitektur Tradisional Sumbawa. Review of Urbanism and Architectural Studies, 15(2), 61–71. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2017.015.02.7

Amzy, N. (2017). Analisis Makna Ornamen Rumah Gadang dalam Perspektif Filsafat Pendidikan. Jurnal Desain, 4(03), 282. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1465

Ari, A. S., & Pradipto, E. (2020). Tektonika Rumah Sasadu sebagai Struktur Konstruksi yang Ramah Gempa. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, 033–040. https://doi.org/10.32315/sem.4.033

Dafrina, A. (2018). Analisa Makna dan Motif Ornamen Arsitektur pada Umah Pitu Ruang sebagai Simbol Kebudayaan Masyarakat Gayo, Aceh Tengah. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, C024–C033. https://doi.org/10.32315/sem.2.c024

Dafrina, A., Fidyati, F., Abadi, F., & Lisa, N. P. (2022). Kajian Makna Ornamen Dan Makna Warna Ornamen Umah Pitu Ruang (Studi Kasus Umah Pitu Ruang Di Desa Kemili, Aceh Tengah). Arsitekno, 9(1), 1. https://doi.org/10.29103/arj.v9i1.6262

Damayanti, O., & Mudhofar. (2018). MAKNA SIMBOL ORNAMEN PADA VIHARA DEWI WELAS ASIH. JURNAL ARSITEKTUR, 10(2), 9–15.

Dariwu, C. T., & Rengkung, J. (2012). Kajian Semiotika Dalam Arsitektur Tradisional Minahasa. Daseng: Jurnal Arsitektur, 1(1), 21–29. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/daseng/article/view/361

Dharma, A. (2016). Semiotika Dalam Arsitektur. Gunadarma.Ac, 1–8. http://agus_dh.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3695/Semiotika+dalam+Arsitektur.pdf

Doni Fireza, & Nadia, A. (2020). KAJIAN SEMIOTIKA ORNAMEN DAN RAGAM HIAS AUSTRONESIA PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL NUSANTARA. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 9(2), 183–198.

Hikmansyah. (2018). Bentuk dan fungsi rumah sasadu sebagai pusat kegiatan masyarakat sahu kabupaten halmahera barat maluku utara. Arsitektur Prosiding Seminar Nasional SUSTAINABLE ARCHITECTURE AND URBANISM 2016, 68–83.

Hikmansyah, Setioko, B., & Suprati, A. (2018). Setting Ruang Permukiman Masyarakat. Seminar Nasional Arsitektur USU, 167–176.

Jasru, Z., & Sifatu, W. O. (2018). Dinamika Makna Simbolis Ornamen Rumah Adat Malige Di Keraton Buton Kecamatan Murhum Kota Baubau. Etnoreflika, 7(1), 51.

Paramadhyaksa, I. N. W. (2009). Pemaknaan Ornamen Murdha pada Arsitektur Tradisional Bali. Info-Teknik, 10(1), 1–9.

Paramadhyaksa, I. N. W. (2010). MAKNA FILOSOFIS KEBERADAAN ORNAMEN BEDAWANG NALA DI DASAR BANGUNAN MERU. Jurnal Filsafat, 20(1), 46–55.

Patriansyah, M. (2014). ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE KARYA PATUNG RAJUDIN BERJUDUL. Ekpresi Seni. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 16(2), 239–252.

Poedjowibowo, D., Harisun, E., & Paputungan, S. (2011). Fungsi-Fungsi Ruang Pada Bangunan Sasadu - Balai Musyawarah Jailolo - Sahu. Media Matrasain, 8(3), 34–49.

Pramesti, P. U., Susanti, I., & Fauziah, S. (2022). Fasilitas Penunjang untuk Desa Wisata Gogodalem : Sebuah Usulan Desain. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, 16(2), 1–10. https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2.15

Rawung, Astrid I. R. dan Makainas, I. (2012). Konsep linguistik dalam rancangan arsitektur. Journal of Chemical Information and Modeling, 1(1), 15–20. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/daseng/article/view/360

Rogi, O. H. A., & Siswanto, W. (2009). Identifikasi Aspek Simbol dan Norma Kultural Pada Arsitektur Rumah Tradisional di Minahasa. Ekoton, 9(1), 43–58.

Rukiah, Y., Saptodewo, F., & Alam, B. P. (2021). Makna Ornamen Pada Arsitektur Rumah Kebaya Tradisional Betawi. Deskomvis, 2(1), 33–42.

Ruslan, S. (2015). PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI MALUKU UTARA DI SOFIFI “Implementasi Sasadu Sebagai Arsitektur Tradisional Maluku Utara.” Jurnal Arsitektur DASENG UNSRAT Manado, 4(1), 57–64. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/daseng/article/view/7742

Shalika, M. P., Sibarani, R., & Setia, E. (2020). Makna Ornamen Rumah Gadang Minangkabau: Kajian Semantik. Humanika, 27(2), 70–81. https://doi.org/10.14710/humanika.v27i2.32594

Sugiyono. (2018). METODE PENELITIAN KUALITATIF (S. Y. Suryandri (ed.); Edisi Ke-3). ALFABETA.

Sunarti, S., & Ikaputra. (2021). Semiotika untuk Memahami Makna Arsitektur Ragam Hias. ATRIUM, 7(1), 45–57.

Wakim, M. (2015). Sasadu: Arsitektur Tradisional Jailolo Halmahera Barat. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.30959/patanjala.v7i1.78

Widiastuti, I. (2014). Transformasi Makna pada Arsitektur Asli Daerah dalam Tampilan Visual Arsitektur. Seminar Rumah Tradisional-PUSKIM 19 November 2014, November, 1–16. https://www.researchgate.net/publication/306094378

Wijaya, I. P. S., & Budayana, I. W. G. (2019). KAJIAN MAKNA DAN BENTUK ORNAMEN KEKARANGAN “ KERA ” PADA PELINGGIH IBU ATAU PAIBON DI PURA BABAN. Prosiding Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur (SENADA), 2, 137–143.

Downloads

Published

2023-02-25

How to Cite

A Karim, M. R., Sudikno, A. ., & Nugroho, A. M. . (2023). Makna Ornamen Arsitektur Sasadu Suku Sahu Halmahera Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(2.2), 2194–2204. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/716