Inovasi Pangan Fungsional Puding Nutraceutical Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Dan Buah Ciplukan (Physalis angulata) Sebagai Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7275Keywords:
Stunting, Daun Kelor, Buah Ciplukan, Puding Nutraceutical, Pengabdian MasyarakatAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya literasi gizi keluarga dan kurangnya pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal, yaitu daun kelor (Moringa oleifera L.) dan buah ciplukan (Physalis angulata), sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kanoman, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, dengan melibatkan 40 peserta dari kelompok ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui tahapan edukasi dan demonstrasi. Edukasi dilakukan dengan penyuluhan tentang stunting dan gizi pangan lokal, sedangkan demonstrasi berupa praktik pembuatan puding nutraceutical kombinasi daun kelor dan buah ciplukan. Data diperoleh melalui kuesioner pre-test dan post-test serta dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 30% menjadi 65% setelah kegiatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi, keterampilan mengolah pangan lokal, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal bergizi.
Downloads
References
Ainin, q., ariyanto, y., & kinanthi, c. A. (2023). Hubungan pendidikan ibu, praktik pengasuhan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di desa lokus stunting wilayah kerja puskesmas paron kabupaten ngawi. Jurnal kesehatan masyarakat, 11(1). Https://doi.org/10.14710/jkm.v11i1.35848
Anjani, d. M., nurhayati, s., & immawati. (2024). Penerapan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di wilayah kerja uptd puskesmas rawat inap banjarsari metro utara. Jurnal cendikia muda, 4(1). Https://doi.org/10.1358/dof.1985.010.01.66960
Bps. (2023). Badan pusat statistik kabupaten kulon progo 2023. Bps statistik kulon progo.
Dinkes. (n.d.). Profil kesehatan. Dinas kesehatan.
Djogo, h. M. A., betan, y., & dion, y. (2022). Hubungan pekerjaan ibu dan praktik asi ekslusif dengan kejadian stunting pada balita di kabupaten timor tengah selatan. Jurnal kesehatan, 8(2), 89–97.
Eka oktavia, yulia vanda editia, & mahardika primadani. (2024). Faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di indonesia tahun 2024. Jurnal ventilator, 2(1), 158–168. Https://doi.org/10.59680/ventilator.v2i1.988
Fauziah, j., trisnawati, k. D., rini, k. P. S., & putri, s. U. (2024). Stunting: penyebab, gejala, dan pencegahan. Jurnal parenting dan anak, 1(2), 1–11.
Fitri, l. (2018). Stunting di puskesmas lima puluh pekanbaru. Jurnal endurance, 3(1), 131–137.
Global nutrition report. (2025). The burden of malnutrition at a glance. Global nutrition report.
Hikmalia, n., ulhaq, d., kusumawati, n., & salim, a. (2024). Pemberdayaan usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (uppks) melalui program pemberian makanan tambahan (pmt) pada balita stunting najla. Jishum (jurnal ilmu sosial dan humaniora), 2(4), 517–526.
Lamona, a., & rikandi, m. (2023). Pemanfaatan ekstrak daun kelor pada pudding sebagai makanan tambahan anti stunting bagi keluarga utilization of moringa leaf extract in pudding as an anti-stunting supplement for families. Jpik (jurnal pengabdian ilmu kesehatan), 2(1), 17–22.
Lestari, r. R., zurrahmi, z. R., & hardianti, s. (2023). Pengaruh riwayat pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada ibu balita usia 6-24 bulan di desa gading sari kecamatan tapung tahun 2022. Journal ners, 7(1), 372–377.
Rikandi, m., lamona, a., & sari, w. K. (2022). Kejadian stunting pada anak usia pra sekolah di tk ‘aisyiyah 6 padang. Gemassika: jurnal pengabdian kepada masyarakat, 6(1), 47–58.
Riset kesehatan dasar (riskesdas). (2018). Laporan riskesdas 2018 nasional.pdf. In lembaga penerbit balitbangkes (p. Hal 156).
Syahroni, m. H. A., astuti, n., indrawati, v., & ismawati, r. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaaan makan anak usia pasekolah (4-6 tahun) ditinjau dari capaian gizi seimbang. Jurnal tata boga, 10(1), 12–22.
Tajidan, t., sahidu, a., & suparmin, s. (2020). Penyuluhan pemanfaatan buah ciplukan sebagai bahan makanan sehat dengan metode jaga jarak fisik akibat wabah covid 19. Jurnal gema ngabdi, 2(2), 139–146. Https://doi.org/10.29303/jgn.v2i2.85
Who. (2015). Stunting in a nutshell. World health organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Nirmala Sari, Ahmad Aldi Kurniawan, Muhammad Rafii, Zhafira Nur Aulia, Dwi Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dewi Nirmala Sari,
Universitas Ahmad Dahlan,
Indonesia


