Kolaborasi KKN dan Puskesmas dalam Upaya Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Seminar di Desa Namuukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat

Authors

  • Author Icon
    Yenni Samri Julianti Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Author Icon
    Muhfita Choiriyah Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Author Icon
    Haikal Theo Putra Sinaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Author Icon
    Ridho Alfi Fajar Hidayat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Author Icon
    Mia Maulida Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Author Icon
    Dinda Haswen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.7374

Keywords:

Stunting, KKN, Puskesmas, Edukasi Masyarakat, Kualitatif

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Langkat. Program pemerintah seperti posyandu, pemeriksaan ibu hamil, dan pemberian makanan tambahan sudah berjalan, namun pemanfaatannya belum maksimal karena masyarakat masih kurang memahami pentingnya gizi dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar edukasi pencegahan stunting dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta mengeksplorasi dampaknya terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat si Desa Namuukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri dari 8 ibu hamil, 15 orang tua balita, 2 kader posyandu, dan 5 perangkat desa, dipilih dengan teknik purposive sampling karena relevan dengan isu stunting. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi catatan tanya jawab. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik, yaitu mengidentifikasi tema-tema utama dari jawaban wawancara, diskusi, dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam empat aspek utama: (1) meluruskan persepsi keliru antara stunting dan faktor keturunan, (2) meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya gizi dan pemeriksaan rutin, (3) mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi pencegahan stunting yang terjangkau, dan (4) menumbuhkan kesadaran pentingnya pencegahan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan faktor ekonomi, yang diatasi melalui pendekatan partisipatif, penggunaan bahasa lokal, serta media edukasi sederhana. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas, dan perangkat desa merupakan strategi edukasi berbasis komunitas yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat terhadap pencegahan stunting, serta berpotensi menjadi model pendukung program nasional percepatan penurunan stunting.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Beal, Ty, A. Tumilowicz, A. Sutrisna, D. Izwardy, dan L. M. Neufeld. “A review of child stunting determinants in Indonesia.” Maternal & Child Nutrition 14, no. 4 (2018): e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617.

BKKBN. Laporan Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, 2022.

Dewi, M., dan M. Aminah. “Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan praktik pemberian makan bayi dan anak pada kasus stunting di Kabupaten Banjarnegara.” Jurnal Gizi Indonesia 5, no. 1 (2016): 1–8. https://doi.org/10.14710/jgi.5.1.1-8.

Fitriani, A. “Edukasi gizi dan pencegahan stunting di tingkat desa.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 9, no. 2 (2021): 55–64. https://doi.org/10.24893/jkma.v9i2.2021.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Panduan Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa. Kementerian Desa PDTT, 2023.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.

Kementerian Kesehatan RI. Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2021–2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Edisi Revisi. Rineka Cipta, 2012.

Pratiwi, I. D., dan D. P. Sari. “Hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita.” Jurnal Gizi dan Kesehatan 12, no. 1 (2020): 45–53. https://doi.org/10.31227/jgk.v12i1.2020.

Rahayu, T., dan S. Nurhidayah. “Peran kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi.” Jurnal Keperawatan Komunitas 7, no. 1 (2019): 25–32. https://doi.org/10.32583/jkk.v7i1.2019.

Rosenstock, I. M. “Historical origins of the health belief model.” Health Education Monographs 2, no. 4 (1974): 328–35. https://doi.org/10.1177/109019817400200403.

Sari, P., dan R. Yuliana. “Faktor determinan stunting pada balita di wilayah pedesaan.” Media Gizi Indonesia 16, no. 2 (2021): 78–86. https://doi.org/10.20473/mgi.v16i2.2021.

Setiawan, E., R. Machmud, dan Masrul. “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018.” Jurnal Kesehatan Andalas 7, no. 2 (2018): 275–84. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.813.

UNICEF Indonesia. Stop Stunting: Policy and Action Framework. United Nations Children’s Fund, 2021.

WHO. Nutrition Landscape Information System (NLIS). World Health Organization, 2020.

Yuliani, D., dan F. Handayani. “Efektivitas penyuluhan gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting.” Jurnal Ilmiah Kesehatan 13, no. 1 (2020): 32–39. https://doi.org/10.33860/jik.v13i1.2020.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Nasution, Y. S. J. ., Siregar, M. C. ., Sinaga, H. T. P. ., Hidayat, R. A. F. ., Maulida, M. ., & Haswen, D. . (2026). Kolaborasi KKN dan Puskesmas dalam Upaya Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Seminar di Desa Namuukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(2), 2908–2916. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.7374

Issue

Section

Pendidikan dan Literasi Masyarakat