GEMAH: Gerakan Menanam Tanaman Anti Hipertensi untuk Cegah Hipertensi Kabupaten Ponorogo

Authors

  • Nadira Gadis Safa Ianda Putri, Universitas Airlangga,  Indonesia
  • Novi Dian Arfiani, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia,  Indonesia
  • Leyli Avrellia, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia,  Indonesia

Keywords:

Aktivitas Fisik, Hipertensi, Menanam, Pengabdian masyarakat, Tanaman timun

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ponorogo yang mencatat angka kasus sebesar 57,03% pada tahun 2024. Pendahnya aktivitas fisik dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan hipertensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus tersebut. Program pengabdian masyarakat GEMAH dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memperkenalkan aktivitas fisik sederhana melalui praktik menanam tanaman timun sebagai tanaman anti hipertensi. Kegiatan dilakukan pada 29 Januari 2025 dan melibatkan 34 peserta melalui rangkaian edukasi, demonstrasi dan praktik penanaman, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu sebesar 60,58% menjadi 92,35%. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik berbasis penanaman dapat menjadi pendekatan yang efektif, terjangkau, dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan hipertensi.  Namun, kegiatan ini memiliki keterbatasan, yaitu belum dilakukannya pemantauan jangka panjang dan belum diterapkannya analisis statistik inferensial. Ke depan, diperlukan pendampingan lanjutan agar perubahan perilaku sehat dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chalmin-Pui, L. S., Griffiths, A., Roe, J., Heaton, T., & Cameron, R. (2021). Why garden? – Attitudes and the perceived health benefits of home gardening. Cities, 112, 103118.

Chrismilasari, L. A., Permana, L. I., Unja, E. E., & Kamala Riani, R. K. (2019). Penyuluhan Manajemen Makanan Sehat Bagi Penderita Hipertensi Bagi Warga Gang Karya Banjarmasin Tengah. JSIM, 1(2), 76-83.

Herawati, C., Indragiri, S., & Melati, P. (2020). Aktivitas Fisik Dan Stres Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Hipertensi Pada Usia 45 Tahun Keatas. JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 7(2), 66.

Hernita, H. D., Hermanto, & Rosela, K. (2024). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbang Talaken Kabupaten Gunung Mas. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 2(2), 57–79.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.

Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). Hipertensi; Artikel Review. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan, 2(2), 100–117.

Maharani, M. S., & Maliya, A. (2024). Konsumsi mentimun (cucumis sativus linn) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(2), 225–232.

Makawekes, E., Suling, L., & Kallo, V. (2020). Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah Pada Usia Lanjut 60-74 Tahun. Jurnal Keperawatan, 8(1), 83.

Makmun, I., Amini, A., Amilia, R., & Siswari, B. D. (2025). Jus Timun (Cucumis Sativus) Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi pada Wanita Usia Subur. Jurnal Kebidanan Malakbi, 6(1), 45–51.

Prasetya, T. B., & Widyastuti, N. (2019). Peningkatan Aktivitas Fisik Lansia Wredatama Dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Sayur Organik Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Di Kelompok Persatuan Wredatama Republik Indonesia (Pwri) Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul. Jurnal Enersia Publika, 3(2), 176-187.

Ramdhika, M. R., Widiastuti, W., Hasni, D., Febrianto, B. Y., & Jelmila, S. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 91–97.

Sada, F. L., & Simatupang, E. J. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Sikap Dalam Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pasar Minggu. Mayapada Nursing Journal, 1(1), 21–28.

Satira, M., Afrinis, N., & Safitri, Y. (2024). Aktifitas Fisik, Gizi Lebih, Konsumsi Buah, Sayur, Natrium, dengan Hipertensi Lansia di Palung Raya. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 3(4), 236–243.

Silvianah, A., & Indrawati, I. (2024). Hubungan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Dengan Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Di Posyandu Lansia. Jurnal Keperawatan, 17(2), 52–61.

WHO. (2023, March 16). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Nadira Gadis Safa Ianda Putri, Arfiani, N. D. ., & Avrellia, L. (2026). GEMAH: Gerakan Menanam Tanaman Anti Hipertensi untuk Cegah Hipertensi Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 6950–6955. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/7674