Inisiasi Program LENTERA (Lindungi Remaja: Tangkal Nikah Dini dan Edukasi Risiko Seksual) dan pelatihan teman sebaya di Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7845Keywords:
Pernikahan dini, Kesehatan reproduksi, Remaja, Pendidikan, KaderAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas remaja anggota komunitas sebagai kader untuk mencegah pernikahan dini dan meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja di Banyuwangi. Permasalahan yang ditemukan yakni tingginya angka pernikahan dini di Banyuwangi. Metode yang digunakan yakni capacity building yang mencakup seminar tematik terkait kesehatan reproduksi, pubertas, pernikahan dini, public speaking dan konseling teman sebaya. Kegiatan ini melibatkan 25 remaja dari komunitas Pemuda Peduli Kesehatan dan Lingkungan (P2KL). Peserta dilakukan penilaian awal menggunakan kuisioner selanjutnya diberikan seminar dan pembentukan kader serta dilakukan penilaian akhir yani post test. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan nilai pretest dan post test serta seluruh peserta mengalami peningkatan nilai. Seluruh peserta yang ikut menjadi kader untuk membantu masyarakat khususnya remaja untuk membantu untuk mencegah pernikahan dini dan meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja di Banyuwangi khususnya di daerah Muncar.
Downloads
References
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Nurhayati, S., & Andriani, D. (2022). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja tentang Pencegahan Pernikahan Dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45-52.
Prasetyo, E., & Kurniawan, A. (2022). Persepsi Kader Kesehatan terhadap Pernikahan Dini pada Remaja. Jurnal Kesehatan, 10(2), 123-130.
Putri, S. S., & Anggraini, N. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi di Kelas XI SMAN 2 Karawang. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 4(12), 5450–5461. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i12.1621
Radar Banyuwangi. (2023). 99 Persen Pengajuan Dispensasi Nikah Akibat Hamil Duluan, Sempu Masuk 10 Besar Tingginya Angka Nikah Dini di Banyuwangi. Diakses dari https://radarbanyuwangi.jawapos.com
Riskia, A., Husnah, R., & Laska, Y. (2024). Pengaruh Buku Saku Digital Terhadap Pengetahuan Infeksi Menular Seksual Pada Remaja. 7(4).
TV One News. (2023). Miris, Pernikahan Dini di Banyuwangi Sangat Tinggi, Ini Jumlahnya. Diakses dari https://www.tvonenews.com.
Utami, W., Waladani, B., & Ernawati, E. (2024). PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING ANAK USIA BALITA. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 20(1), 47. https://doi.org/10.26753/jikk.v20i1.1266
World Health Organization. (2021). Child Marriage and Health. Diakses dari https://www.who.int.
Yusnandi, Y., Sari, R. K., Kamali, M. F., Putri, Y. C., Hakim, L., & Nugraha, D. R. (2023). Pendidikan Kesehatan tentang Faktor Risiko, Dampak, dan Pencegahan Pernikahan Dini, Kehamilan yang Tidak Diinginkan, dan Stunting di Kalangan Remaja. Jurnal Peduli Masyarakat, 2(1), 15-25.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dewi Setyowati, Astika Gita Ningrum, Andriyanti Andriyanti, Budi Prasetyo, Putri Dirgahayu Nabilathul Musrifah, Elsa Nabila Daesani, Nissa Nur Kharisma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dewi Setyowati,
Universitas Airlangga,
Indonesia


