Pupuk Organik Cair Dari Limbah Pertanian: Inovasi Terpadu di CV. GS Organik, Kupang

Authors

  • Frans Sesco, Nusa Nipa Maumere,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.8449

Keywords:

Pupuk Organik Cair, Limbah Pertanian, Pertanian Terintegrasi, Pendampingan Teknis, CV. GS Organik

Abstract

CV. GS Organik di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, menghadapi dua masalah utama: (1) limbah pertanian (daun afkir, batang pisang, kotoran ternak) belum dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan; (2) 85% mitra tidak memiliki keterampilan memproduksi pupuk organik cair (POC) secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah mentransfer teknologi pembuatan POC berbasis bahan baku lokal. Metode yang digunakan adalah demonstrasi langsung, pendampingan teknis partisipatif, dan evaluasi kognitif melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan Maret–Mei 2025 dengan 25 mitra. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan (skor rata-rata dari 38% menjadi 86%). Sebanyak 84% mitra mampu memproduksi POC mandiri. Analisis laboratorium terhadap sampel POC menunjukkan kandungan N total 1,82%, P₂O₅ 0,67%, dan K₂O 2,14%, sebanding dengan kisaran kandungan hara pupuk organik cair komersial berbahan sejenis. Dampak lanjutan: terjadi pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 40% dan masa panen sayuran lebih singkat. Program ini didanai oleh Hibah PNBP Universitas Nusa Cendana TA 2025. Disimpulkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis praktik efektif meningkatkan kemandirian mitra dalam mengelola limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariawan, W. (2023). Analisis keuntungan integrated farming system pada usahatani padi pedesaan. Journal of Agrosociology and Sustainability, 1(1). https://doi.org/10.61511/jassu.v1i1.2023.89

Darwin, J. A., Nova, G. D. A., Ilmianti, P. W., Kartika Sari, M., Jakoba, A. J., & Dona, E. M. (2026). Pemanfaatan bahan lokal untuk pupuk organik cair ramah lingkungan berbasis air kelapa tua dan keong mas. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA), 2(1). https://jurnal.citanusantara.id/index.php/diasya/article/view/202

Gultom, E. S., Sitompul, A. F., & Rezeqi, S. (2021). Pemanfaatan limbah batang pohon pisang untuk pembuatan pupuk organik cair di Desa Kulasar Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagal. Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat. https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/43841/

Hartati, T. M., & Rachman, I. A. (2022). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica campestris) di Inceptisol. Agro Bali : Agricultural Journal, 5(1), 92–101. https://doi.org/10.37637/ab.v5i1.875

Irawati, T., Stevanus Rendy P.S, & Surya Rahma Putri. (2026). Pelatihan Pembuatan Media Interaktif dan Menerjemahkan Teks Pendek dengan Aplikasi Storyline Bagi Guru di Yayasan Al-Imroniyah Perak Jombang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 16815–16823. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.1938

Kementerian Pertanian RI. (2011). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

Marwah, D. A., Khair, H., & Hanif, A. (2019). Pengaruh dosis dan interval waktu pemberian pupuk organik cair daun lamtoro pada pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agroekoteknologi, 11(2), 1–11.

Nasirudin, M., Faizah, M., Rahman, A. K., & Tijanuddaroro, M. W. (2021). Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Pengolahan Limbah Dapur sebagai Pupuk Organik Cair. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 12–15. https://doi.org/10.32764/abdimasper.v2i1.1148

Okalia, D., Nopsagiarti, T., & Marlina, M. (2022). Potensi gulma kerinyu (Chromolaena odorata L.) sebagai bahan baku pupuk organik cair. Jurnal Agroekoteknologi, 14(1), 29–37. https://www.ejournal.uniks.ac.id/index.php/JUATIKA/article/view/2393

Downloads

Published

2026-03-13

How to Cite

Sesco, F. (2026). Pupuk Organik Cair Dari Limbah Pertanian: Inovasi Terpadu di CV. GS Organik, Kupang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(1), 1702–1705. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.8449