Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Pencegahan Infeksi Menular Seksual melalui Edukasi Seksual Berbasis Participatory Learning and Action (PLA) di SMK Al Mujahidin Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.9223Keywords:
Pengetahuan Remaja, Infeksi Menular Seksual, Seks Bebas, Edukasi Kesehatan, Peningkatan PengetahuanAbstract
Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai dengan kematangan seksual dan tingginya rasa ingin tahu, sehingga rentan terhadap perilaku seksual berisiko. Data Puslitbang KBKS BKKBN tahun 2017 menunjukkan 86 remaja perempuan dan 250 remaja laki-laki usia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual pertama kali. Perilaku seks bebas berkontribusi langsung pada lonjakan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMK Al Mujahidin Bekasi mengenai bahaya seks bebas dan pencegahan IMS. Metode yang digunakan adalah intervensi edukasi interaktif menggunakan media audiovisual dan ceramah lewat pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Sasaran kegiatan adalah 33 siswa kelas X dan XI. Berdasarkan hasil observasi awal dan pre-test, pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS masih tergolong rendah sehingga diperlukan intervensi edukatif yang melibatkan peserta secara aktif. Pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dipilih karena mampu mendorong keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran sehingga memudahkan pemahaman materi kesehatan reproduksi. Sebagai tindak lanjut, sekolah direkomendasikan membentuk konselor sebaya dan mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Downloads
References
Anggraini, K. R., Lubis, R., & Azzahroh, P. (2022). Pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Menara Medika, 5(1), 109–120. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/index
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Laporan Kependudukan Indonesia 2024. https://digilib.bkkbnjateng.com
Bawono, Y. (2023). Perkembangan anak & remaja.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Bekasi tahun 2024. https://files.bekasikab.go.id/s/6gxXFkvO4mBftaB
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2024. https://diskes.jabarprov.go.id/profilkesehatan
Hikmandayani, Herdiani, R. T., Antari, I., Oktari, S., Yuniarni, D., Amenike, D., Idrus, I., Fajriah, L., Marlina, A., Salim, N. A., Herik, E., Sulaiman, & Yanthi, D. (2023). Psikologi perkembangan remaja. CV Eureka Media Aksara.
Kania Meriani, N., Meliyanti, M., & Kartika, I. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi wanita di SMP Negeri 1 Nagrak Kabupaten Sukabumi. Jurnal Kesehatan Rajawali.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024. https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024
Maulida, L. F., & Kusumadewi, R. R. (2021). Pengetahuan dan perilaku ibu menyusui dalam konteks budaya. Jurnal Kebidanan Indonesia. 12(2), 83–90.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2024). Strategi nasional pencegahan perkawinan anak (PP. 9–11).
Nasution, I. P. A., & Manik, B. S. I. G. (2020). Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi di SMK Negeri 8 Medan. SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal, 2(1), 38–43. https://doi.org/10.32734/scripta.v2i1.3424
Nasution, T., & Dwi Amanda, M. (2025). Pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan emosi dan sosial pada siswa SMPN 3 Binjai. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(5), 146–151. https://jicnusantara.com/index.php/jiic
Natalia, S., Sekarsari, I., Rahmayanti, F., & Febriani, N. (2021). Pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi pada remaja. Journal of Community Engagement in Health, 4(1), 76–81.
Nisa, A. H. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja: Literature review. (Skripsi, Universitas dr. Soebandi). https://repo.uds.ac.id/id/eprint/45/
Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Mustar, T., Ramdany, R., Manurung, E. I., Sianturi, E., Tompunu, M. R. G., Sitanggang, Y. F., & M, M. (2021). Metodologi penelitian kesehatan. EGC.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022. (2022) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014.
Puslitbang KBKS BKKBN. (2017). Survei kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja dan pembangunan keluarga di kalangan remaja Indonesia.
Puslitbang KBKS BKKBN. (2023). Hasil analisis kebijakan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera: pembangunan keluarga. http://bkkbn.go.id
Puspita, R. W., Darmi, S., & Ak, M. (2024). Hubungan teman sebaya, peran keluarga dan keterpaparan informasi terhadap perilaku seks bebas pada remaja di Posyandu Remaja Puskesmas Karangpawitan Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(5), 2454–2468. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i5.2788
Siregar, R., S, A., & Hartini, H. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di MAN XI Bekasi. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 9(1), 17–27. https://doi.org/10.36341/jomis.v9i1.5516
Terok, K. A., Patandung, V. P., & Adam, I. (2024). Edukasi pencegahan stunting dengan stop seks bebas pada remaja. Pengabdian Masyarakat MAPALUS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon, 3(1), 1-7.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afrilia Libera Cristina Panjaitan, Herlina Simanjuntak, Dyi Susilowati, Amirah Amirah, Esther Mareike Tukumansang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


