Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dengan Metode Raised Bed Berkelanjutan di Lahan Basah

Authors

  • Author Icon
    Khairussalam Khairussalam Universitas Lambung Mangkurat
  • Author Icon
    Suhaimi Suhaimi Universitas Lambung Mangkurat
  • Author Icon
    Ni’mah Ni’mah Universitas Lambung Mangkurat
  • Author Icon
    Dimas Asto Aji An’amta Universitas Lambung Mangkurat
  • Author Icon
    Fadly Fadly Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.9255

Keywords:

Pertanian Perkotaan , Lahan Basah , Raised Bed , Tanaman Organik , Kelompok Wanita Tani

Abstract

Pertanian perkotaan di wilayah lahan basah menghadapi tantangan berupa tingginya muka air tanah, kejenuhan air, dan keterbatasan lahan pekarangan yang berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui penerapan inovasi budidaya tanaman organik dengan metode raised bed sebagai solusi adaptif dan berkelanjutan di lahan basah. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Andai menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan action research dengan melibatkan mitra secara aktif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program meliputi pembuatan bedengan tinggi berbahan lokal, perbaikan media tanam menggunakan bahan organik, pengapuran tanah, serta pendampingan budidaya sayuran organik bernilai ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam pengelolaan lahan pekarangan, perbaikan aerasi dan drainase tanah, serta peningkatan produktivitas tanaman. Program ini turut mendukung ketahanan pangan rumah tangga, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Altieri, M. A., Companioni, N., Cañizares, K., Murphy, C., Rosset, P., Bourque, M., & Nicholls, C. I. (2015). The greening of the “barrios”: Urban agriculture for food security in Cuba. Agriculture and Human Values, 16(2), 131–140.

Anwas, O. M. (2014). Pemberdayaan masyarakat di era global. Alfabeta.

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice Hall.

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2017). The Nature and Properties of Soils. Pearson.

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268.

Diver, S. (2001). ATTRA horticultural systems guide: Organic greenhouse vegetable production. National Sustainable Agriculture Information Service.

FAO. (2020). Urban agriculture and sustainable cities. Food and Agriculture Organization.

Gliessman, S. R. (2015). Agroecology: The ecology of sustainable food systems (3rd ed.). CRC Press.

Kemendikbud. (2020). Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2007). Participatory action research approaches and methods. Routledge.

Knowles, M. (1984). The Adult Learner: A Neglected Species. Gulf Publishing.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Lampkin, N. (2019). Organic farming. Old Pond Publishing.

Lal, R. (2020). Soil organic matter and sustainable agriculture. Sustainable Agriculture Reviews, 45, 1–20.

Moser, C. (2012). Gender Planning and Development. Routledge.

Mougeot, L. J. A. (2006). Growing Better Cities: Urban Agriculture for Sustainable Development. IDRC.

Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan potensi lahan suboptimal untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 47–55.

Noor, M. (2016). Pertanian lahan rawa. Rajawali Press.

Pretty, J. (2008). Agricultural sustainability: Concepts, principles and evidence. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 363(1491), 447–465.

Ritung, S., Wahyunto, Agus, F., & Hidayat, H. (2015). Sumber daya lahan pertanian Indonesia. IAARD Press.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations. Free Press.

Sajogyo. (2017). Peranan wanita dalam perkembangan masyarakat desa. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(2), 45–58.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.

Specht, K., Siebert, R., Hartmann, I., Freisinger, U., Sawicka, M., Werner, A., & Dierich, A. (2014). Urban agriculture of the future: An overview of sustainability aspects. Sustainability, 6(1), 163–190.

Suharto, E. (2017). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Refika Aditama.

Susilawati, S., Suryadi, F. X., & Haris, A. (2019). Peningkatan produktivitas sayuran pada lahan rawa melalui teknologi raised bed. Jurnal Hortikultura Indonesia, 10(2), 101–109.

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Springer.

Rappaport, J. (1987). Terms of empowerment/exemplars of prevention: Toward a theory for community psychology. American Journal of Community Psychology, 15(2), 121–148.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Khairussalam, K., Suhaimi, S., Ni’mah, N., An’amta, D. A. A. ., & Fadly, F. (2026). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dengan Metode Raised Bed Berkelanjutan di Lahan Basah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(2), 4056–4064. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.9255

Issue

Section

Lingkungan dan Ketahanan Pangan