Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Briket Kotoran Ternak Ruminansia Di Desa Sumbermulya
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i2.1034Keywords:
Pemberdayaan, Peternak, Kotoran sapi, Briket, Sapi BaliAbstract
Desa Sumbermulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Desa ini memiliki potensi dalam sektor perkebunan dan peternakan yaitu kelapa sawit dan sapi bali. Banyaknya limbah yang dihasilkan, termasuk kotoran sapi, berbanding lurus dengan tingginya populasi sapi Bali. Di Desa Sumbermulya, kotoran sapi belum dimanfaatkan secara lebih. Peristiwa ini dialami dengan alasan petani dan masyarakat kurang memiliki kesadaran, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola limbah ini. Briket bisa dibuat dari kotoran ternak, biomassa yang bisa diolah. Untuk itu perlu diadakan administrasi melalui penyiapan pemanfaatan kompos hewan peliharaan menjadi briket di Kota Sumbermuya. Pengabdian ini menggunakan sosialisasi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi sebagai metode pelaksanaannya. Luaran yang diperoleh dari pelaksanaan pendampingan ini adalah peningkatan kesadaran, wawasan, dan kemampuan masyarakat sekitar desa Sumbermulya dalam hal ini adalah peternak terkait proses pembuatan briket dari kotoran sapi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.Downloads
References
Capahy, A. (2019). Pengaruh konsentrasi perekat dan ukuran serbuk terhadap kualitas briket arang dari limbah pengolahan kayu magnium. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Grianna, M. (2012). Pembangunan Industri Gas Bumi. Jakarta: Direktur Sumber Daya Mineral Kementerian Sumber Daya Alam dan Mineral. Jakarta
Hu, J.J., Lei, T.Z., Wang, Z.W., Yan, X.Y., Shi, X.G., & Li, Z.F. (2014). Economic. environmental and social assessment of briquette fuel from agricultural residues in china - a study on flat die briquettingusing corn stalk. Energy Journal, 64(2), 557-66.
Ismanto, A., Yetriani, & D. Lesmana. (2021). Tingkat pengetahuan peternak sapi terhadap lingkungan yang dihasilkan di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Pertanian Terpadu. 6(2), 50-63.
Malik, U. (2012). Penelitian berbagai jenis kayu limbah pengolahan untuk pemilihan bahan baku arang. Jurnal Ilmiah Edu Research I. 6(1), 21-26.
Muis, J. M. (2015). Kinerja dan prospek pengembangan usaha ternak sapi potong ramah lingkungan di Sumatera Barat. Journal Widyariset. 18(1), 5970.
Musabbikhah, H. Saptoadi, Subarmono, & M.A. Wibisono. (2015). Optimasi proses pembuatan briket biomassa menggunakan metode taguchi guna memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(1). 121-128.
Ndraha, N. (2019). Uji komposisi bahan pembuat briket biorang tempurung kelapa dan serbuk kayu terhadap mutu yang dihasilkan. Sumatera Utara.
Serevina, V., Pambudi, R.D., & D.A. Nugroho.(2021). Pelatihan pemanfaatan limbah gergaji dan cangkang telur ayam untuk membuka usaha briket biomassa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Aplikasinya (JPMSA). 1(1), 1-10.
Widyastuti, F.R., Purwanto & Hadiyanto. (2013). Upaya pengelolaan lingkungan usaha peternakan sapi di Kawasan Usahatani Terpadu Bangka Botanical Garden Pangkalpinang. Prosiding Seminar Nasioanal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. 81-85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dyah Triasih, Nurliani Erni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


