Pengaruh Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Status Gizi Balita Desa Sumbersuko Kabupaten Probolinggo

Authors

  • Mohammad Raffi Faizul Haq UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya
  • Putri Delvie Irfanda UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Fawziyah Ramadhani UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya
  • Winda Nurhasanah UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya
  • Agus Widiyarta UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1258

Keywords:

Status Gizi, Pemberian Makanan Tambahan, Stunting, Nutritional Status, Supplementary Feeding Program

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengevaluasi program kerja KKNT pemberian makanan tambahan (PMT) untuk kepentingan status gizi anak balita. Salah satu komponen yang terpenting yaitu Pemberian makanan tambahan (PMT). Keadaan golongan rawan gizi, seperti halnya gizi kurang hingga stunting yang terjadi pada balita dapat diperbaiki dengan PMT ini. Agar kelanjutan program PMT dapat berjalan terus, hendaknya pelaksanaan PMT menggunakan bahan makanan lokal yang dapat dihasilkan setempat. PMT memiliki tujuan agar anak mendapat asupan semua jenis zat-zat gizi dengan jumlah takaran gizi yang seharusnya agar tidak adanya pengurangan berat badan dan gizi terhadap anak dapat terpenuhi dengan semestinya. Asupan makanan juga dapat mempengaruhi status gizi. Gizi buruk dan stunting merupakan efek kekurangan gizi yang terus berlanjut akibat konsumsi energi yang kurang tepat. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo tahun 2020, prevalensi stunting pada balita sebesar 16,24%. Dalam evaluasi selanjutnya yang dievaluasi adalah gizi yang cukup yang terkandung dalam makanan tambahan untuk anak, tidak adanya tambahan bahan yang berbahaya, serta biaya yang murah sehingga dapat dijangkau bagi kalangan ekonomi keluarga. Studi ini merupakan studi kualitatif deskriptif, dengan observasi dan wawancara sebagai analisis data.

The study aims to describe and evaluate the KKNT work program providing supplementary feeding (PMT) for the nutritional status of the children. One of the most important components is supplementary feeding (PMT). The condition of the nutritionally vulnerable groups, such as malnutrition and stunting that occurs in toddlers, can be improved with this PMT. For the continuation of the PMT program to continue, the implementation of PMT should use local food ingredients that can be produced locally. PMT has a goal so that children get intake of all types of nutrients with the number of nutritional doses that should be so that weight loss does not occur and nutrition in children can be fulfilled properly. Food intake can also affect nutritional status. Malnutrition and stunting are effects of ongoing malnutrition due to inappropriate energy consumption. According to data from the Probolinggo District Health Office for 2020, the prevalence of stunting in toddlers is 16.24%. In further evaluations, additional food with sufficient nutritional content for children, does not contain additional ingredients, and prices that are affordable for the family economy are evaluated. The research is using descriptive qualitative, data analysis was carried out using interviews and observation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Edvina. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Gizi Kurang Usia 6-48 Bulan Terhadap Status Gizi Di Wilayah Puskesmas Sei Tatas Kabupaten Kapuas. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(3), 110. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JPKMI/article/view/2724

Hosang, K. H., Umboh, A., & Lestari, H. (2017). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Perubahan Status Gizi Anak Balita Gizi Kurang di Kota Manado. E-CliniC, 5(1). https://doi.org/10.35790/ecl.5.1.2017.14760

Irwan, I., Towapo, M., Kadir, S., & Amalia, L. (2020). Efektivitas Pemberian Pmt Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 4(2), 59–67. https://doi.org/10.35971/gojhes.v4i2.7742

Lalu, N. A. S., Ilmu, F., & Gorontalo, U. N. (2020). PEMBERIAN PMT MODIFIKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA BALITA STUNTING DAN GIZI KURANG PROVISION. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 1(1), 38–54.

Masri, E., Sari, W. K., & Yensasnidar, Y. (2021). Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan dan Konseling Gizi dalam Perbaikan Status Gizi Balita. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 7(2), 28–35. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i2.516

Ningrum, M. E. (2015). PROGRAM INOVASI KELUARGA SADAR GIZI ANAK TUMBUH OPTIMAL BERKUALITAS DAN CERDAS (KADARZI ANAK TOKCER). Doctoral Dissertation, Brawijaya University.

Peraturan Bupati Probolinggo Nomor : 15 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi Di Kabupaten Probolinggo. (2019). https://doi.org/10.24076/NSJIS.2018v1i2.137

Rarastiti, C. N. (2013). Hubungan Karakteristik Ibu, Frekuensi Kehadiran Anak Ke Posyandu, Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Anak Usia 1-2 Tahun. Doctoral Dissertation, Diponegoro University, 1–36.

Rosyida, D. C., Hidayatunnikmah, N., & Marliandiani, Y. (2021). Pendampingan Penerapan Pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk Ibu dan Balita Guna Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 187. https://doi.org/10.35914/tomaega.v4i2.744

Wati, N. (2020). Analisis Program Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Terhadap Status Gizi Anak Di Posyandu Kelurahan Sembungharjo Semarang. TEMATIK: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 94. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i2.15539

Downloads

Published

2023-08-11

How to Cite

Faizul Haq, M. R., Irfanda, P. D., Ramadhani, F., Nurhasanah, W., & Widiyarta, A. (2023). Pengaruh Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Status Gizi Balita Desa Sumbersuko Kabupaten Probolinggo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 1964-1970. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1258