Pelayanan Kesehatan Ternak dan Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kelurahan Bakunase II

Livestock Health Services and Counseling on Prevention of Foot and Mouth Disease Transmission in Bakunase II Village

Authors

  • I Gede Semarabawa, Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1681

Keywords:

Pelayanan Kesehatan Hewan, Door to Door, Penyakit Mulut Dan Kuku, Edukasi, Kelurahan Bakunase II.

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kesehatan ternak, manajemen pemeliharaan ternak serta penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) sehingga dapat meningkatkan dan menekan angka kerugian ekonomi peternak sapi di Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelayanan kesehatan ternak berupa pemberian vitamin dan obat cacing, serta dilakukan penyuluhan terkait strategi pencegahan penyakit mulut dan kuku. Vitamin yang diberikan adalah b-complex yang berfungsi untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tubuh serta berperan untuk meningkatkan kesehatan ternak. Obat cacing yang diberikan adalah piperazine, obat cacing berfungsi untuk membasmi cacing yang terdapat dalam saluran cerna. Penyakit  mulut  dan  kuku  (PMK)  adalah  salah  satu  penyakit  penting  yang menginfeksi  ternak  sapi,  penyakit  ini  penting  secara  ekonomi  karena  selain  mengakibatkan  angka mortalitas yang tinggi pada hewan muda, penurunan produksi susu maupun bahan asal   hewan   lainnya   serta   dapat   mengakibatkan   pembatasan   perdagangan internasional  bagi  negara  yang  terinfeksi  PMK. Sasaran kegiatan pengabdian berupa penyuluhan terhadap peternak sapi dan pelayanan kesehatan ternak sapi. Jumlah hewan sapi yang dilayani sebanyak 26 ekor sapi. Pelayanan kesehatan hewan ternak berupa pemberian vitamin (26 ekor) dan obat cacing (23 ekor). Para peternak sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini dan mereka berharap kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan kembali di kelurahan Bakunase II dengan rutin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdela N. 2017. Sero-prevalence, risk factors and distribution of foot and mouth disease in Ethiopia. Acta Trop 169: 125–132.

Admassu. 2015. Review on foot & mouth disease: Distribution & economic significance. Acad J of Anim Dise 4: 160-169

Badan Litbang Pertanian. 2022. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dikutip dari https://www.litbang.pertanian.go.id/info-aktual/18/. [Diakses pada 16 September 2023]

Badan Pusat Statistik Kupang. 2021. Kupang dalam Angka 2021. Retrieved from https://kupangkab.bps.go.id/publication/download.html?

Casey-Bryars M. 2016. The epidemiology of foot-and-mouth disease at the wildlifelivestock interface in northern Tanzania [Dissertation]. Glasgow. University of Glasgow.

Emami J, Rasouli N, McLaws M, Bartels CJM. 2015. Risk factors for infection with Footand-Mouth Disease virus in a cattle population vaccinated with a non-purified vaccine in Iran. Prev Vet Med 119: 114–122.

Firman A, Trisman I, Puradireja RH. 2022. Dampak Ekonomi Akibat Outbreak Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak Sapi dan Kerbau di Indonesia. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis 8(2): 1123-1129.

Gelolodo, M. A. 2017. Peranan Pendekatan Molekular dalam Program Eradikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Jurnal Kajian Veteriner, 5(2): 21-42.

Hamoonga R, Stevenson MA, Allepuz A, Carpenter TE, Sinkala Y. 2014. Risk factors for foot-and-mouth disease in Zambia, 1981–2012. Prev Vet Med 114: 64–71

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2022. Informasi Penanggulangan dan Tindakan Pencegahan Wabah PMK. Diakses dari https://siagapmk.crisis-center.id/. [Diakses pada 26 September 2023].

Laanen, M., Maes, D., Hendriksen, C., Gelaude, P., De Vliegher, S., Rosseel, Y., dan Dewulf, J. 2014. Pig, cattle and poultry farmers with a known interest in research have comparable perspectives on disease prevention and on-farm biosecurity. Preventive Veterinary Medicine 115 (1), 1-9.doi:https://doi.org/10.1016/j. prevetmed.2014.03.015

Leestyawati, N. W.(2022) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. https://distanpangan.baliprov.go.id/penyakit-mulut-dan-kuku-pmk/

Mesfine M, Nigatu S, Belayneh N, Jemberu WT. 2019. Sero-Epidemiology of Foot and Mouth Disease in Domestic Ruminants in Amhara Region, Ethiopia. Front Vet Sci 6(130): 1-8

Nyariki DM, Amwata DA. 2019. The value of pastoralism in Kenya: Application of total economic value approach. Pastoralism 9(1): 1-13.

Office International des Epizooties. 2015. Terrestrial Animal Health Code Volume II: Recommendations applicable to OIE listed disease and other diseases of importance to international trade. 24th ed. World Organization for animal health (OIE), Paris, France Hlm. 455-477.

Office International des Epizooties. 2018. Manual of Diagnostic Tests and Vaccines forTerrestrial Animals 8th Edition. https://www.oie.int/standard-setting/terrestrial-manual/. [Diakses pada 16 September 2023].

Raouf YA, Hanan Y, Almutlab AA, Hassen AA, Ahmed Al-Majali A, Tibbo M. 2017. Role of small ruminants in the epidemiology of foot-and-mouth disease in Sudan. Bull Anim Health Prod Afr 65(1): 145– 156.

Surtina, D., R. M. Sari., dan Harissatria. 2022. Peningkatan Produktivitas Ternak Potong Melalui Penyediaan Pakan Fermentasi Dan Pencegahan Pengendalian Penyakit Mulut Dan Kuku Di Kelompok Tani Sapakek Basamo Kota Solol. Communnity Development Journal, 3(2): 1168-1173.

Torsson E, Berg M, Misinzo G, Herbe I, Kgotlele T, Paarni M. 2017. Sero-prevalence and risk factors for peste des petits ruminants and selected differential diagnosis in sheep and goats in Tanzania. J Infect Ecol Epidemiol 7(1): 1-13

Downloads

Published

2023-09-30

How to Cite

Semarabawa, I. G. (2023). Pelayanan Kesehatan Ternak dan Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kelurahan Bakunase II: Livestock Health Services and Counseling on Prevention of Foot and Mouth Disease Transmission in Bakunase II Village. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 2976-2982. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1681