Pelatihan Pembuatan Bubur dan Pudding dengan Daun Kelor sebagai Menu Sehat bagi Balita Stunting

Authors

  • Eka Santi Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Nor Ella Dayani Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Rezka Aulyan Noor Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Shofy Aristia Wardani Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Muhammad Taufiqur Rizky Al Farid Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Ketut Sunartiasih Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Erna Auliana Ariantina Putri Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2378

Keywords:

Stunting Daun Kelor Menu sehat Pelatihan

Abstract

Stunting adalah suatu masalah kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting memiliki dampak pada perkembangan otak sehingga memengaruhi kecerdasan dan proses berpikir pada anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting berdasarkan strategi nasional percepatan penurunan stunting dalam lima tahun ke depan adalah meningkatkan keinginan makan anak dengan memberikan menu makanan yang beragam. Tanaman kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bergizi yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi permasalahan gizi pada anak. Oleh karena itu, dibuatlah kegiatan pelatihan pembuatan bubur dan pudding dengan daun kelor ini sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai daun kelor sebagai menu sehat bagi balita stunting. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai daun kelor sebagai menu sehat bagi balita stunting di Desa Awang Bangkal Barat. Kegiatan ini dilakukan pada Senin, 20 November 2023 kepada 8 kader posyandu di Desa Awang Bangkal Barat. Kegiatan ini berbentuk pelatihan dengan memuat pretest dan postest menggunakan kuesioner sebanyak 5 pertanyaan, ceramah dan diskusi (tanya jawab), dilanjutkan demonstrasi pembuatan menu makanan dengan daun kelor. Setelah pelatihan, pengetahuan peserta meningkat dilihat dari hasil kuesioner dan produk makanan yang diolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, Imam & Huriah, Titih. (2022). Modul Pencegahan Stunting. Ebooks. Yogyakarta: Leutikaprio

Astuti, S., & Idealistiana, L. (2023). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Ragemanunggal Wilayah Kerja Puskesmas Setu Ii Bekasi: Risk Factor Analysis of Stunting in Toddlers in Ragemanunggal Village, Setu II Bekasi Public Health Center Working Area. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(4), 230-235.

Dewi, F. K. (2016). Pembuatan cookies dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada berbagai suhu pemanggangan (Doctoral dissertation, Fakultas Teknik Unpas).

Inas, M. R., Widajanti, L., & Nugraheni, S. A. (2022). Hubungan Asupan Energi, Zinc, Protein pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita 7-24 Bulan di Indonesia: Literature Review. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(5), 354-357.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2022. Stunting, Apa, Penyebab dan Upaya Penanganannya?. Diakses 28 November 2023 : https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3012-stunting,-apa,-penyebab-dan-upaya-penanganannya.html

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2019). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024. Jakarta: Sekretariat Percepatan Pencegahan Stunting

Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2).

Nomleni, F. T., & Rupidara, A. D. (2020). Pelatihan Pembuatan Aneka Makanan dari Daun Kelor Sebagai usaha Pemberantasan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Desa Vol, 1(1).

Puspitasari, Vani. (2023). Gambaran Pola Konsumsi Protein Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Riau).

Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Jurnal Majority, 8(2), 273-282.

Susanti, R., Kadarisman, Y., & Ramadhani, Y. (2022). Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Stunting Berbasis Pemanfaatan Potensi Lokal. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(1), 113-122.

Downloads

Published

2024-01-26

How to Cite

Santi, E. ., Dayani, N. E. ., Aulyan Noor, R., Wardani, S. A. ., Rizky Al Farid, M. T. ., Sunartiasih, K. ., & Ariantina Putri, E. A. . (2024). Pelatihan Pembuatan Bubur dan Pudding dengan Daun Kelor sebagai Menu Sehat bagi Balita Stunting . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 318-324. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2378