Pengoptimalan Media Sosial Dalam Pemasaran Desa Wayun Sebagai Desa Wisata
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2964Keywords:
Tourism village, Digital marketing, Wayun, Inovation, Social mediaAbstract
Kota Wayun berpeluang menjadi kota wisata, karena kota Wayun kaya akan potensi alam, budaya dan infrastruktur yang memadai. Namun meski Kota Wayun merupakan kota wisata, namun masih banyak masyarakat yang kurang familiar dengan kehadiran destinasi wisata ini. Oleh karena itu, kelompok penggubah tertarik untuk membicarakan dan membantu memajukan Kota Wayun khususnya tempat wisata Situ Ulin Gagumet melalui iklan yang terkomputerisasi. Sebagai proses yang menunjukkan pembangunan melalui aksi sosial, maka metode pengembangan masyarakat lebih spesifik. Strategi ujian ini berlaku agar kota emas diawasi oleh masyarakat setempat di wilayah kota pelancong dan bagi masyarakat setempat untuk ikut serta dalam pergantian acara, pengaturan dan siklus dewan. Outcomenya adalah Kota Wayun perlu memajukan dan menampilkan potensi kotanya agar lebih dikenal oleh masyarakat setempat yang lebih luas. Oleh karena itu, aksi bantuan ini dapat menjadi langkah untuk memajukan Kota Wayun melalui peningkatan hiburan berbasis web seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, dengan menggunakan metode pengembangan masyarakat terhadap masyarakat desa Wayu. Sehingga, berkembangnya objek wisata di Situ Ulin Gagumet dapat mendorong pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya di desa tersebut.
Downloads
References
Hadiwijoyo, S. S. (2012). Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat, Graha Ilmu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Putri, B. H. (2019). Efektivitas Program Penanggulangan Anak Jalanan Berbasis Community Development Di Kota Serang (Studi Pada Program Rumah Singgah). Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 81 <https://doi.org/10.31314/pjia.7.
Stephen Wearing and Matthew Mc Donald. (2002). The Development of Community-Based Tourism: Re-Thinking the Relationship between Tour Operators and Development Agents as Intermediaries in Rural and Isolated Area Communities. Journal of Sustainable Tourism, 191-206.
Sudibya, B. (2018). Wisata Desa Dan Desa Wisata. Jurnal BAPPEDA LITBANG, 22–25 <http://www.berdesa.com/apa-beda-desa-wisata-dan-wisata-desa>.
Sudibya, B. (2022). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Di Indonesia: Pendekatan Analisis Pestel. Jurnal DPR RI, 71–87.
Sugianto, A. (2016). Kajian Potensi Desa Wisata Sebagai Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Karang Patihan Kecamatan Balong Ponorogo’, Ekuilibrium. Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi,, 56 <https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v11i1.113>.
Yoeti, O. (2019). Melestrarikan Seni Budaya Tradisional Yang Nyaris Punah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Selly Nor Azijah, Kamal Hasuna, Fakrunnisa Atila, Dewi Putri Rahmadiyanti, Rivana Aulida, Esti Alfiana, Dahlia Putri, Dwi Wayuni, Lesmana Lesmana, Muhammad Khairul Prayoga, Fathor Rosi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Most read articles by the same author(s)
- Muhdiah Muhdiah, Sri Lestari, Latiana Safitri, Cica Cahyani, Adha Febriani, Ayu Andini, Berlian Berlian, Juni Aji Ramansyah, Johani Johani, Muhammad Khairul Wafa, Kamal Hasuna, Pelatihan Ibu PKK pada Pembuatan Sediaan Serbuk Herbal Jahe (Zingir officinale) dan Kunyit (Curcuma longa) sebagai Peningkat Imunitas Tubuh dan Pencegahan Stunting di Desa Janggi Kecamatan Karau Kuala , Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara: Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Selly Nor Azijah,
Institut Agama Islam Negeri Pakangka Raya,
Indonesia


