Kehidupan Perempuan Penenun di Silungkang Pada Masa Kirisi Ekonomi 1997-1998

Authors

  • Serly Anggraini Putri, Universitas Islam Negeri Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi,  Indonesia
  • Suriani Suriani, Universitas Islam Negeri Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7239

Keywords:

Perempuan Penenun, Silungkang, Tenn Songket, Strategi Adaptasi, Sejarah Perempua

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting perempuan penenun di Silungkang selama krisis ekonomi 1997–1998 yang mengguncang sektor formal dan kehidupan masyarakat lokal, sehingga menuntut mereka untuk mengambil peran sentral dalam menopang ekonomi keluarga dan menjaga keberlanjutan tradisi tenun songket. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk adaptasi, strategi bertahan, serta perubahan peran perempuan penenun dalam menghadapi tekanan ekonomi pada masa krisis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan data yang diperoleh dari studi pustaka, arsip, dan wawancara pelaku sejarah serta penenun lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan penenun mampu beradaptasi melalui penyederhanaan motif, penggunaan benang sintetis, peralihan pada sistem produksi berbasis pesanan, serta pembentukan kelompok kerja informal seperti “arisan benang”. Selain itu, mereka memperluas jaringan pemasaran hingga luar daerah dan memanfaatkan dukungan diaspora Minangkabau. Temuan ini menegaskan bahwa perempuan penenun tidak hanya berhasil mempertahankan ekonomi keluarga, tetapi juga memainkan peran strategis sebagai penjaga identitas budaya Silungkang, sekaligus membuktikan bahwa tradisi menenun menjadi simbol ketahanan dan solidaritas komunitas di tengah krisis nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, Awibi Nazhicul, et al. (2023). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebelum dan Sesudah Krisis Moneter (Periode 1978–2018). Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(11), 916–921.

Arifin, Budi. (2016). Peran Perempuan dalam Ekonomi Rumah Tangga di Masa Krisis. Jurnal Sosial Humaniora, 10(2), 157.

Budiwirman. (2018). Songket Minangkabau Sebagai Kajian Seni Rupa. Padang.

Darmin Tuwu, Hartia, & Bahtiar. (2020). Perempuan Penenun: Dari Budaya Kerja Hingga Peningkatan Kesejahteraan Keluarga. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 9(3), 284.

Eliza, Yuliana. (2015). Pengaruh Investasi Angkatan Kerja dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatra Barat. Pekbis Jurnal, 7(3), 209.

Erman, Erwiza, Suri Bidari Samad, & Taufiq Ahmad. (2010). Tenun Silungkang dalam Badai Krisis. Jakarta: Penerbit Pemerintah Kota Sawahlunto.

Fitriyani, Lestari. (2023). Tenun Tradisional sebagai Sarana Pemberdayaan Perempuan Lokal. Jurnal Warisan Budaya Nusantara, 5(1), 58.

Fitria Tanjung. (2019). Perempuan, Budaya, dan Ekonomi Lokal: Studi atas Pengrajin Tradisional. Padang: Andalas University Press.

Gaol, Di Nata Lumban, & Sianturi, Torus Manusun. (2023). Peran Ganda Perempuan dalam Kehidupan Keluarga dan Lingkungan Masyarakat. JPM-UNITA, 1(2), 96.

Hanim Yulindrasari. (2018). Perempuan dan Strategi Bertahan dalam Ekonomi Informal: Studi pada Komunitas Penenun. Jurnal Perempuan dan Masyarakat, 4(1), 39.

Izzati, Fauziana, & Dahlia, Putri. (2021). Kain Tenun Songket dan Fungsi Budayanya bagi Masyarakat di Nagari Pandai Sikek. Artchive: Indonesia Journal of Visual Art and Design, 1(1), 1–2.

Krisnadi, T.W. (2023). The Rose of Sumba Women Weavers in Family Economic Empowerment. IIJSE, 102.

Paulina Teluma, Philomena. (2021). Peranan Perempuan dalam Perekonomian Keluarga: Studi Kasus Pengrajin Tenun Ikat di Dusun Mageamang. Kupang: UPT Perpustakaan Undana.

Prasetyia, Ferry. (2016). Krisis Ekonomi Indonesia. Journal of Indonesian Applied Economics, 6(2), 176–190.

Putridiani, Siti Ativa, & Suryono, Yoyon. (2019). Pemberdayaan Pengrajin Tenun. Jurnal Pendidikan, 6(2), 161–169.

Rose Ramadhani & Dessi Susanti. (2018). Strategi Inovasi Tenun Silungkang sebagai Warisan Dunia. Jurnal Pendidikan, 3–4.

Sunderlin, W. D., Resosudarmo, I. A. P., Rianto, E., & Angelsen, D. (2000). Dampak Krisis Ekonomi Indonesia terhadap Pertanian Kecil dan Tutupan Hutan Alam di Luar Jawa. Center for International Forestry Research, 28, 2.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Jawi Al-Fansuri. (n.d.). Kitab Mir’at Ath Thullab. Digital Aceh Manuscript. Diakses 12 Desember 2024 dari https://acehmanuskrip.org/

Yusuf, Ali. (2014). Promosi Songket Silungkang Sembuhkan Industri yang Sekarat. Mak Itam Gerbang Informasi Pembangunan Kota Sawahlunto, 189.2, 3.

Yusuf, Affendi. (1980). Seni Tenun Silungkang dan Sekitarnya. Pustaka Wisata Budaya.

Yustina & Halim, M. (2022). Perubahan Peran Gender dalam Keluarga Paska Krisis Ekonomi: Studi Kasus Komunitas Pengrajin. Jurnal Kajian Gender Indonesia, 3(2), 120–121.

Sumber Wawancara

Wawancara dengan Melian (Pengrajin Tenun Silungkang), 20 Oktober 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Pizza (Pengrajin Tenun Silungkang), 2 November 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Rita Kurnia (Pengrajin & Pemilik Toko Tenun INJ), 20 September 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Wirna (Pengrajin Tenun Silungkang), 2 November 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Yanti (Pengrajin Tenun Silungkang), 2 November 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Yuspen Agus (Pengrajin Tenun Silungkang), 20 Oktober 2024, Silungkang.

Wawancara dengan Zerlita Elfiza (Masyarakat Penenun Silungkang), 21 Mei 2025, Silungkang.

Wawancara dengan Zurwaidah (Masyarakat Silungkang), 2 November 2024, Silungkang.

Downloads

Published

2025-12-20

How to Cite

Putri, S. A. ., & Suriani, S. (2025). Kehidupan Perempuan Penenun di Silungkang Pada Masa Kirisi Ekonomi 1997-1998. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 6215-6225. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7239

Most read articles by the same author(s)