Edukasi dan Praktik Pembuatan Jamu Instan di Desa Towua Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka

Authors

  • Sabarudin Sabarudin, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Amirusin Amirusin, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Zeni Setya Kustanti, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Regina Rezki Atira Lengkong, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Gratiana Sitanggang, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Dina Sapira, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Shintya Dewi Pratiwi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Muarifah Mukrimin Adam, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Asmayani Asmayani, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Julien Hasan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Widia Rahmadani, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Ismawati Ismawati, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Muh. Alfariski, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia
  • Muhammad Rafli, Universitas Sembilanbelas November Kolaka,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7347

Keywords:

Edukasi Masyarakat, Jamu Instan, Pemberdayaan Ekonomi, Towua, Kolaka

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka dalam mengolah bahan herbal lokal menjadi produk jamu instan yang higienis, bernilai jual, dan mudah dikonsumsi. Program ini dilatarbelakangi oleh potensi alam Desa Towua yang melimpah akan tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk olahan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi tiga tahap utama: (1) sosialisasi dan penyuluhan mengenai manfaat tanaman herbal dan peluang usaha jamu instan, (2) demonstrasi serta praktik langsung pembuatan jamu instan menggunakan peralatan sederhana, dan (3) pendampingan dalam pengemasan dan strategi pemasaran produk. Peserta kegiatan terdiri atas ibu rumah tangga dan pemuda desa yang memiliki minat terhadap usaha mikro di bidang pangan dan kesehatan tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman setelah mengikuti sesi edukasi, kemudian peserta berhasil mempraktikkan proses pembuatan jamu instan secara mandiri. Produk jamu instan yang dihasilkan memiliki cita rasa baik, daya larut tinggi, dan dapat disimpan hingga beberapa bulan tanpa menggunakan bahan pengawet. Selain itu, kegiatan ini memunculkan rencana pembentukan kelompok usaha kecil jamu instan sebagai tindak lanjut program pemberdayaan ekonomi desa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi dan praktik pembuatan jamu instan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, pengetahuan, serta kesadaran masyarakat Desa Towua dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Kesehatan RI. (2010). Kebijakan Obat Tradisional Nasional. Jakarta: Depkes RI.

Dianasari, D. (2020). Pelatihan Pembuatan Jamu Instan Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Produk Herbal Lokal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 134–142.

Hidayat, R. (2020). Perubahan gaya hidup dan tantangan jamu tradisional di era modern. Jurnal Kesehatan Tradisional, 7(2), 89–98.

Ismawati, R., & Setiawan, H. (2022). Pelatihan Pembuatan Jamu Instan sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Produk Herbal Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani, 5(2), 112–119.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Rencana Aksi Nasional Pengembangan Jamu. Jakarta: Kemenkes RI.

La Ode, A., Rahman, S., & Nurhayati, D. (2020). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan Rumah Tangga di Kabupaten Kolaka. Jurnal Abdi Karya, 2(1), 45–52.

Lestari, D. (2018). Inovasi produk jamu instan sebagai alternatif minuman kesehatan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 6(3), 45–53.

Nugroho, A. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jamu instan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 34–42.

Nursyamsi, R., Fitriani, S., & Hamsah, L. (2021). Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional sebagai Alternatif Pengobatan Keluarga di Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(1), 31–39.

Putri, S., & Rahmawati, T. (2020). Edukasi pengolahan herbal instan untuk peningkatan keterampilan masyarakat desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 101–110.

Sari, N. (2021). Potensi rempah lokal dalam pengembangan produk herbal di Sulawesi Tenggara. Jurnal Agroindustri Lokal, 3(1), 22–30.

Suryani, W., Rahmawati, D., & Lestari, R. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional di Desa Jambearum Kabupaten Malang. Jurnal Abdimas Mandiri, 2(2), 134–142.

Widyastuti, Y., & Setiawan, H. (2019). Jamu sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. Jurnal Kebudayaan dan Kesehatan, 11(1), 55–63.

Downloads

Published

2025-11-22

How to Cite

Sabarudin, S., Amirusin, A., Kustanti, Z. S. ., Atira Lengkong, R. R. ., Sitanggang, G. ., Sapira, D. ., Pratiwi, S. D. ., Adam, M. M. ., Asmayani, A., Hasan, J. ., Rahmadani, W. ., Ismawati, I., Alfariski, M., & Rafli, M. . (2025). Edukasi dan Praktik Pembuatan Jamu Instan di Desa Towua Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 5672-5685. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7347

Issue

Section

Pendidikan dan Literasi Masyarakat

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)