Peningkatan Ekonomi Kreatif Melalui Produk Herbal di Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya

Authors

  • Junairiah Junairiah, Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo,  Indonesia
  • Fatimah Fatimah, Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo,  Indonesia
  • Eva Hariyanti, Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7683

Keywords:

Ekonomi, Herbal, Karang taruna

Abstract

Pemuda Karang Taruna merupakan aset sumberdaya yang sangat penting. Potensi mereka perlu dikembangkan. Berdasarkan hasil pemantauan, setelah lulus dari SMA atau SMK ada yang bisa melanjutkan kuliah tetapi ada pula yang tidak mempunyai kegiatan. Di sisi lain ada pula yang bekerja namun dengan penghasilan yang relatif rendah, sementara di sisi lain mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan pendampingan terkait aspek produksi dan pemasaran. Dalam aspek produksi, akan diberikan pelatihan tentang pembuatan aneka produk herbal misalnya membuat jamu godok, jamu wedang uwuh, salep jamu, jamu kapsul, kripik jamu, salep jamu, dan sebagaiya. Dalam aspek pemasaran akan diberikan pendampingan terkait penggunaan sosial media atau media digital untuk alat pemasaran. Setelah mengikuti kegiatan ini pemuda karang taruna diharapkan mempunyai pendapatan sehingga perekonomian menjadi meningkat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yaitu awal rerata nilai pretest adalah   85,68, setelah diadakan pelatihan terjadi peningkatan yang ditunjukkan dengan nilai postest adalah 92,97. Mitra karang taruna mampu membuat produk herbal. Mitra juga mampu membuat konten digital untuk strategi pemasaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriati, & Wahjudi, R. M. T. (2016). Tingkat penerimaan penggunaan jamu sebagai alternatif penggunaan obat modern pada masyarakat ekonomi rendah-menengah dan atas. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 29(3), 133–140.

Asri, K. I. S., & Octasari, P. M. (2024). Gambaran persepsi masyarakat tentang penggunaan jamu di Desa Rowobelang Kabupaten Batang. Jurnal Wiyata, 11(1), 43–51. https://doi.org/10.56710/wiyata.v11i1.788

Dean, M., Riwu, A. G., & Pua Upa, N. F. (2025). Pelatihan produksi dan legalitas produk herbal sebagai upaya pengembangan sentra herbal Desa Nunsaen, Kabupaten Kupang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 7710–7720. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.2753

Fadhiela, A., & Lessy, Z. (2023). Karang Taruna sebagai agen pemberdayaan pemuda: Telaah terhadap modal sosial. GEMI Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 3(1).

Haromin, I., Ulum, B., & Aziz, A. (2020). Pengolahan jahe pandan menjadi produk minuman herbal (JAPAN) untuk meningkatkan kualitas SDM ekonomi kreatif di Desa Kampak Kecamatan Geger. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 49–52.

Kumontoy, G. D., Deeng, D., & Mulianti, T. (2023). Pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional untuk kesehatan masyarakat di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Holistik, 16(3).

Lainsamputty, G. B., Lumintang, J., & Kawung, E. J. R. (2019). Kajian pemuda Karang Taruna dalam meningkatkan pembangunan masyarakat di Desa Soakonora Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. HOLISTIK, 12(2).

Menteri Sosial Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna.

Mubaraq, H., Jailani, A., Melani, A. P., Agustin, Y., Ridho, A., & Mubaraq, A. (2025). Pelatihan ekonomi kreatif (pembuatan minuman herbal JAGSE) bagi masyarakat Desa Kalisalam. Jurnal SOLMA, 14(1), 1238–1246. https://doi.org/10.22236/solma.v14i1.16906

Rahmawati, S., Martiana, S. J., Andriani, N., Aminah, S., & Setiyadi, B. (2023). Pengembangan ekonomi kreatif jamu tradisional herbal Hidayah pada proses pembuatan merek di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 3(1), 1–6. https://doi.org/10.54082/jamsi.570

Rozaki, Z., Azizah, S. N., & Paksi, A. K. (2022). Pengembangan UMKM jamu celup. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 371–374. https://doi.org/10.24198/matappa.v5i3

Somantri, U. W., Junaedi, C., Perdana, F., Rudiana, T., Sartika, N. S., Maulani, T. R., Irwan, I., Irwanto, I., Herviana, D. A., Thooyibah, N., Putri, W., Elasjulia, F., & Melawati, M. (2025). Pelatihan pembuatan produk herbal sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal Desa Sukalangu Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 5(3), 92–101. https://doi.org/10.55606/jpikes.v5i3.5896

Sukini. (2018). Jamu gendong: Solusi sehat tanpa obat. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Universitas Gadjah Mada. (2019, 9 Desember). Pemerintah dorong saintifikasi obat tradisional. https://ugm.ac.id/id/berita/18823-pemerintah-dorong-saintifikasi-obat-tradisional/

Wulandari, S., & Pradikto, S. (2025). Pengembangan model ekonomi kreatif berbasis produk tradisional: Studi literatur UMKM Jamu Bonagung dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal Kota Pasuruan. Journal of Sustainable Social and Economics, 1(1), 54–58.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Junairiah, J., Fatimah, F., & Hariyanti, E. . (2025). Peningkatan Ekonomi Kreatif Melalui Produk Herbal di Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 5793–5798. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7683

Issue

Section

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Most read articles by the same author(s)