Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa: Menguatkan Mental dan Membangun Masyarakat Sejahtera

Authors

  • Mutia Rahmah, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia
  • Tsuwaibatul Islamiyah, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia
  • Annisa Febriana, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia
  • Fitrian Rahimi, Program Studi Keperawatan Fakultas Kedoteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A.Yani KM. 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714, Indonesia,  Indonesia
  • M. Rizky Permana, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia
  • Ghissela Adelia Isga, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.7996

Keywords:

Desa Siaga, Sehat Jiwa, Masyarakat, Sosialisasi

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan pilar fundamental dari kesehatan holistik dan kesejahteraan sosial, serta diakui sebagai hak asasi manusia universal.  Kesenjangan pengobatan (treatment gap) yaitu sebagian besar individu yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa tidak mendapatkannya secara memadai. Tujuan kegiatan adalah untuk mengukur efektivitas intervensi edukasi dalam meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat mengenai konsep dasar kesehatan mental, tanda dan gejala gangguan jiwa, serta mekanisme rujukan yang tepat. Masalah yang ditemukan adalah saat ini belum ada kader kesehatan jiwa di Desa Keliling Benteng Ulu. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan penyuluhan kepada 26 orang peserta di Desa Keliling Benteng Ulu. Pengukuran pengetahuan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) penyuluhan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disusun berdasarkan materi yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Hasil analisis statistik menunjukkan sebanyak 10 orang mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Nilai p-value yaitu .004 (p-value < .005) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan setelah penyuluhan. Program "Desa Siaga Sehat Jiwa" efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat desa mengenai kesehatan mental, pencegahan, dan rujukan. Peningkatan pengetahuan ini adalah fondasi penting dalam membangun komunitas yang suportif, mengurangi stigma, dan memperkuat sistem kesehatan jiwa di tingkat primer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aris, A., AH, Yusuf., Fitryasari, R., Solikhah, S., Suhariyati., Rokhman, A., Faridah, VN. (2021). Determinants of Health Cadre Capabilities in Early Detection of Mental Disorders for Better Outcomes: Community Mental Health Nursing (CMHN) Approach. Journal of International Dental and Medical Research, 14(3), 1236–1239.

Keliat, B. A. (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas: CMHN Basic Course. Jakarta: EGC.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia Dalam Angka. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Kurniawati, R., Anisah R. L., Yuliastuti, A. (2025). Model Intervensi Partisipatif Berbasis Masyarakat (CBPI) dalam Pendampingan Kader Kesehatan Jiwa. Journal of Community Service, 5(3), 571-586.

Nafiah, H., & Kamalah, A. D. (2021). Pelatihan deteksi dini gangguan jiwa pada kader kesehatan di Desa Bugangan Kabupaten Pekalongan. Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian Dan Bakti), 2(1), 35. https://doi.org/10.26753/empati.v2i1.514

Nanda, N. L. (2025). Peran Keluarga dalam Meningkatkan Kesadaran ttentang Kesehatan Mental. Journal Innovation in Education, 3(1), 54-59.

Patel, V., Saxena, S., Lund, C., Thornicroft, G., Baingana, F., Bolton, P., ... & Unützer, J. (2018). The Lancet Commission on global mental health and sustainable development. The Lancet, 392(10157), 1553-1598.

Sasmita, H., Roza, D., Anggraeni, S. D. (2023). Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Masyarakat Melalui Community Mental Health Nursing. GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 169-178.

Sawati, N., Dinda, A., Sukarno, A., Sianipar, R. M. U., Ulandari J., Fepriyanto, S. (2025). Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa melalui Aplikasi Informasi Manajemen Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(4), 1982-1994.

Shalaby, A. S., Ibrahem, R. A. L., Saleem, M. A., et al. (2025). Perceived Stigma Toward Individuals with Mental Illness and Their Families: Perspectives patients’ Relatives in a Multicentric Egyptian Study. Middle East Curr Psychiatry, 32, 83, 2-11, DOI: https://doi.org/10.1186/s43045-025-00576-0

Susmiatin, E. A., Sari, M. K. (2021). Pengaruh Pelatihan Sehat Jiwa terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Jiwa. The Indonesian Journal of Health Science, 13(1), 72-81.

Ulum, M. M. (2018). Upaya Keluarga Mencegah Pemasungan pada Orang dengan Gangguan Jiwa di Kota Blitar. Jurnal Kesehatan Holistic, 4(2), 70-78.

Untari, I., Wijayanti, Wardani, D. P. K., & Kusudaryati, D. P. D. (2016). Buku Kader Menuju Lansia Sehat Dan Mandiri. Yogyakarta: Thema Publishing.

World Health Organization (WHO). (2019). Mental health in primary care: a toolkit. WHO Regional Office for Europe.

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Rahmah, M., Islamiyah, T., Febriana, A., Rahimi, F., Permana, M. R., & Isga, G. A. (2026). Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa: Menguatkan Mental dan Membangun Masyarakat Sejahtera. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(1), 1318-1323. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.7996