Peningkatan Akses Layanan Kesehatan melalui Skrining, Konsultasi Swamedikasi, dan Pengobatan Gratis pada Masyarakat Pesisir Dusun Tihulesi, Kabupaten Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i3.9543Keywords:
Akses Layanan Kesehatan , Masyarakat Pesisir , Obat Herbal , Skrining Hipertensi , SwamedikasiAbstract
Keterbatasan akses layanan kesehatan formal di wilayah pesisir terpencil mendorong masyarakat melakukan swamedikasi, terutama dengan obat herbal, sebelum mencari pertolongan tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan, memetakan profil keluhan kesehatan, dan memberikan edukasi swamedikasi kepada masyarakat Dusun Tihulesi, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi laut. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 melalui alur layanan terpadu yang meliputi pendaftaran, wawancara keluhan, skrining tekanan darah, konsultasi swamedikasi, pemeriksaan dokter, serta penyerahan obat disertai Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) oleh apoteker dan mahasiswa farmasi. Data dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menjangkau 113 peserta (103,7% dari target 109 orang; 79,6% perempuan; rerata usia 44,4 tahun). Skrining tekanan darah pada 101 peserta mengklasifikasikan 28 orang (27,7%) dalam kategori hipertensi dan 49 orang (48,5%) dalam kategori prahipertensi berdasarkan pengukuran saat kegiatan. Keluhan terbanyak adalah gangguan muskuloskeletal (48,7%), sakit kepala/pusing (40,7%), infeksi saluran pernapasan akut (23,0%), dan gastritis (21,2%). Kegiatan ini menyediakan akses pemeriksaan, pengobatan, dan edukasi penggunaan obat modern maupun herbal bagi masyarakat pada hari pelaksanaan, sekaligus mengidentifikasi peserta yang memerlukan tindak lanjut. Perubahan pengetahuan peserta belum diukur, sehingga kegiatan berikutnya perlu dilengkapi evaluasi pre-test/post-test serta model keberlanjutan berbasis kader kesehatan dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.
Downloads
References
Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: Distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2021.v4.130-138
Chobanian, A. V., Bakris, G. L., Black, H. R., Cushman, W. C., Green, L. A., Izzo, J. L., Jr., Jones, D. W., Materson, B. J., Oparil, S., Wright, J. T., Jr., & Roccella, E. J. (2003). The seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: The JNC 7 report. JAMA, 289(19), 2560–2572. https://doi.org/10.1001/jama.289.19.2560
Ibrahim, M. A., Umar, C. B. P., Mewar, D., & Mahulauw, M. A. H. (2025). Pengobatan gratis dan swamedikasi di Dusun Wailapia, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 6(1), 1456–1461. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i1.5524
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Lukito, A. A., Harmeiwaty, E., & Hustrini, N. M. (Eds.). (2019). Konsensus penatalaksanaan hipertensi 2019. Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia.
Mancia, G., Kreutz, R., Brunström, M., Burnier, M., Grassi, G., Januszewicz, A., Muiesan, M. L., Tsioufis, K., Agabiti-Rosei, E., Algharably, E. A. E., Azizi, M., Benetos, A., Borghi, C., Hitij, J. B., Cifkova, R., Coca, A., Cornelissen, V., Cruickshank, J. K., Cunha, P. G., … Kjeldsen, S. E. (2023). 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension. Journal of Hypertension, 41(12), 1874–2071. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000003480
Mataputun, R. D., Rimbun, R. L., Marisi, D. E., Tamrin, & Irman. (2024). Pengobatan massal gratis bagi masyarakat Kp. Legok Serang Provinsi Banten. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(2), 1411–1415.
Nursolihah, S. (2024). Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis Desa Puncak Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Jurnal Abdimas PHB/Jurnal Abdimas PHB: Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming .
Pratiwi, Y., Rahmawaty, A., & Islamiyati, R. (2020). Peranan apoteker dalam pemberian swamedikasi pada pasien BPJS. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(1), 65–72.
Rahman, R. (2025). Aksesibilitas, ketersediaan tenaga kerja, dan ketersediaan fasilitas pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas di wilayah pesisir: Literature review. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat, 4(3), 136–152.
Riry, N. R., Silalahi, P. Y., Kailola, N. E., & Tahitu, R. (2022). Karakteristik pola penyakit pada nelayan pesisir Pulau Ambon di Kecamatan Nusaniwe. Pattimura Medical Review, 36–43.
Susilo, I. A., & Meinisasti, R. (2022). Analisa praktek swamedikasi di Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 10(2).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (2023). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 105.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marisa Anggia Ibrahim, Nugraha Alif Prasetyo, Djulfikri Mewar, Muhammad Azril Hardiman Mahulauw, Nurhidayah Nurhidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

