Optimalisasi Clay-Manik untuk Jati Diri dan Ekspresi Verbal Anak Sanggar Bimbingan Kuala Lumpur
DOI:
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i3.9684Keywords:
Identitas Diri , Ekspresi Verbal , Kreativitas, Clay Komersial , Anak Migran , Sanggar BimbinganAbstract
Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mengatasi rendahnya rasa percaya diri anak-anak migran Indonesia berusia 7–14 tahun di Sanggar Bimbingan Kuala Lumpur, Malaysia, saat diminta untuk mempresentasikan karya seni mereka. Meskipun mereka memiliki kreativitas yang baik, anak-anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri secara verbal yang berpengaruh pada perkembangan identitas mereka. Solusi yang diterapkan adalah memaksimalkan kreativitas melalui media clay komersial (plastisin/play-doh) dan manik-manik yang memberikan kesempatan untuk berekspresi tanpa tekanan. Pendekatan ini mengintegrasikan penguatan identitas diri dengan peningkatan keberanian berbicara melalui pendampingan presentasi karya serta pengenalan lagu "Aku Anak Indonesia". Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 40 anak melalui beberapa tahapan: observasi awal, kreasi clay dan manik-manik, presentasi karya dengan pertanyaan terbuka, pengenalan lagu "Aku Anak Indonesia", dan evaluasi reflektif. Hasil menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan: anak-anak yang sebelumnya saling mendorong dan menunduk mulai berani menatap audiens, suara mereka menjadi lebih jelas, kemampuan menjelaskan karya berkembang dari satu-dua kata menjadi keseluruhan kalimat, dan rasa bangga terhadap karya serta identitas diri mulai muncul. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan media proyektif dan dukungan sosial sangat penting dalam meningkatkan keberanian untuk berekspresi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan model intervensi berbasis terapi seni untuk anak migran dan memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola sanggar bimbingan.
Downloads
References
Azizah, S. N., Roisah, Fadhillah, M. P., Dzahabiyyah, T. P., Syach, T., Arumsari, P. A., Syada, N. S., Salindri, F. O., &
Mas, N. (2024). Creativity training for children of Indonesian migrant workers in "Batik Making" activities.
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(2), 726–731.
Deer, G., Tadesse, E., Chen, Z., Khalid, S., & Gao, C. (2023). The impact of Chinese adolescents visual art
participation on self-efficacy: A serial mediating role of cognition and emotion. PLoS ONE, 18(11),
e0288379. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0288379
Fauran, R., Rahmawati, D., Santoso, B., Wijaya, A., Putri, M., & Hidayat, T. (2024). Eksplorasi hasta karya
untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisipline, 2(9), 552–561.
Hage, D. (2021). Sculpey – Art therapy: A guide to using commercial modeling clays with children. Deborah
Hage Publications.
Hartanto, E. D., & Zamawi. (2023). Penguatan pendidikan kewarganegaraan terhadap sikap nasionalisme anak
pekerja migran Indonesia di Selangor Malaysia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(2), 112–125.
Humaida, R., Munastiwi, E., Irbah, A. N., & Fauziah, N. (2022). Strategi mengembangkan rasa percaya diri
pada anak usia dini. Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 1(2), 55–69.
Khani, F. S. (2023). Exploring the role of solution-focused brief art therapy (SFBAT) on self-esteem and
anxiety level of preadolescent immigrants (aged 10-12) [Doctoral dissertation, University of Prince Edward Island].
Kim, J., & Park, S. (2022). The effectiveness of Play-Doh based art therapy in reducing anxiety and increasing
self-expression in elementary school children. Korean Journal of Art Therapy, 29(4), 1123–1141.
Maisarah, A., Sari, R., Putri, D., & Hidayat, T. (2020). Meningkatkan kreativitas anak melalui metode bermain
plastisin tanah liat. Journal of Education Research, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.37985/joe.v1i1.1
Mohamad, A. S., Che Noh, N., & Jamsari, E. A. (2020). Jati diri kanak-kanak Melayu-Islam menerusi
pendidikan awal. Jurnal Sains Insani, 5(2), 98–106.
Oaklander, V. (2020). Windows to our children: A Gestalt therapy approach to children and adolescents.
Gestalt Journal Press. (Original work published 1978)
Pirnia, L. (2024). Clay sculptures as a therapeutic technique in working with children: A guide for mental
health professionals using commercial clay. Pirnia Therapy Publications.
Purwati, S. (2024). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak menggunakan permainan plastisin di TK
Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Medan. AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting, 4(2), 6267.
Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2024). Pemanfaatan plastisin dalam pengembangan motorik halus dan
kreativitas anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 45–58.
Salehi, L. (2022). Comparing the effectiveness of mindfulness training and art-play therapy on the self-esteem
of elementary school boys. Journal of Excellence in Counseling and Psychotherapy, 1(1), 45–58.
Santrock, J. W. (2022). Child development: A topical approach (15th ed.). McGraw-Hill.
Suharti, Purwanto, E., & Yonata, D. (2024). Sosialisasi entrepreneurship untuk meningkatkan spirit
berwirausaha di SB Sentul Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia. Jurnal Pengabdian kepada
Masyarakat Nusantara (JPKMN), 6(1), 1139–1143.
Trisofirin, M., Mahardani, A. J., Cahyono, H., & Shohennudin. (2023). Menumbuhkan kreativitas anak pekerja
migran di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia melalui pembuatan kerajinan dari barang bekas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan, 2(1), 16–23.
Wijayanti, S., Wulan, T. R., & Santoso, J. (2023). Scholarship as a method to enhance the identity of
undocumented children of Indonesian migrant workers in Sabah, Malaysia. KnE Social Sciences, 2023, 145–158.
Mas, N. (2024). Creativity training for children of Indonesian migrant workers in "Batik Making" activities.
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(2), 726–731.)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Luluk Iffatur Rochmah, Siputri Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

