Identifikasi Formalin dan Boraks Pada Sampel Tahu, Mie Kuning dan Terasi Menggunakan Tes Kit

Authors

  • Rosnalia Widyan Politeknik Medica Farma Husada Mataram
  • Wulan Ratia Ratulangi Politeknik Medica Farma Husada Mataram

DOI:

https://doi.org/10.55338/saintek.v6i1.3168

Keywords:

Formalin, Boraks, Tahu, Mie Kuning, Terasi, Tes Kit

Abstract

Keamanan pangan menjadi prioritas penting karena berpotensi memengaruhi kesehatan. Pangan yang kaya gizi seringkali rentan terhadap kerusakan, terutama disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, kapang, dan khamir, sehingga perlu perlakuan khusus agar dapat bertahan lebih lama. Salah satunya yaitu dengan menambahkan bahan tambahan pangan (BTP). Penggunaan BTP perlu diawasi dengan ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan, karena penggunaan berlebihan BTP dapat menyebabkan berbagai penyakit khususnya BTP yang dilarang penggunaaanya dalam pangan. Sesuai dengan Permenkes RI No. 033 tahun 2012 mengenai BTP, boraks dan formalin termasuk dalam kategori BTP yang dilarang di Indonesia. Tetapi, seringkali para pedagang tidak patuh terhadap larangan tersebut demi memperoleh keuntungan yang tinggi meskipun membahayakan nyawa konsumen. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari BPOM RI pada tahun 2013, dari 24.906 sampel pangan yang diuji, sebanyak 3.442 sampel (sekitar 13,82%) tidak memenuhi standar keamanan dan mutu pangan, dimana terdapat 221 sampel yang mengandung boraks, dan 115 sampel mengandung formalin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan formalin dan boraks pada sampel tahu, mie kuning dan terasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan metode tes kit. Hasil uji formalin untuk 15 sampel tahu, 10 sampel mie kuning dan 10 sampel terasi menunjukkan 15 sampel tahu, 5 sampel mie kuning dan 9 sampel terasi positif mengandung formalin sedangkan hasil ui boraks untuk ketiga jenis sampel tersebut menunjukkan hasil yang negatif mengandung boraks.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

I. Putra, “Identifikasi Formalin Dan Boraks Pada

I. Putra, “Identifikasi Formalin Dan Boraks Pada Produk Bakso Di Kecamatan Banyuwangi,” J. Teknol. Pangan Dan Ilmu Pertan., vol. 2, no. 1, pp. 21–31, 2021, doi: 10.36526/jipang.v2i1.1213.

T. R. P. Lestari, “Keamanan Pangan Sebagai Salah Satu Upaya Perlindungan Hak Masyarakat Sebagai Konsumen,” Aspir. J. Masal. Sos., vol. 11, no. 1, pp. 57–72, 2020, doi: 10.46807/aspirasi.v11i1.1523.

Y. Paratmanitya and V. Aprilia, “Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul Harmful food additive substances content in the snack food of elementary school children in Bantul,” J. Gizi Dan Diet. Indones., no. 1, pp. 49–55, 2016.

R. Sikanna, “Analisis Kualitatif Kandungan Formalin Pada Tahu Yang Dijual Dibeberapa Pasar Di Kota Palu,” Kovalen, vol. 2, no. 2, pp. 85–90, 2016, doi: 10.22487/j24775398.2016.v2.i2.6729.

A. Berliana, J. Abidin, N. Salsabila, S. Maulidia, R. Adiyaksa, and V. Febryani, “Penggunaan bahan tambahan makanan berbahaya boraks dan formalin dalam makanan jajanan : studi literatur hazardous use of food supplements of borax and formalin in snack food : Literature study,” Sanitasi Lingkung., vol. 1, no. 2, pp. 65–71, 2021, [Online]. Available: https://doi.org/10.36086/salink.v1i2.952.

Universitas Kristen Maranatha, “Uji Kualitatif Formalin Dalam Tahu Kuning Di Pasar ‘X’ Kota Bandung Tahun 2014,” Univ. Kristen Maranatha, vol. 5, no. 1983, pp. 39–40, 2014, [Online]. Available: http://repository.maranatha.edu/12550/10/1110074_Journal.pdf.

Nur Hanifah, R. Yulistiani, and A. Y. T. Putra, “Food Safety Study in Terms of Formaldehyde Content and Bacterial Contamination Levels of Cob Pindang Fish in Simo Gunung and Balong Sari Traditional Markets, West Surabaya,” AJARCDE (Asian J. Appl. Res. Community Dev. Empower., vol. 7, no. 2, pp. 69–73, 2023, doi: 10.29165/ajarcde.v7i2.269.

E. Nurisman et al., “Pembinaan dan Edukasi Metode Identifikasi Bahan Kimia Berbahaya Pada Makanan di Lingkungan Madrasah Aliyah Patria Mandiri,” J. Pengabdi. Community, vol. 2, no. 2, pp. 45–51, 2020.

W. R. Ratulangi and R. Widyan, “Uji Kualitatif dan Organoleptik Kandungan Formalin pada Hasil Laut yang Dikeringkan Berupa Ikan Teri, Cumi, dan Rebon dari Pasar Pagesangan,” vol. 2, no. 1, pp. 1–4, 2024.

R. Al Fadli, M. Nuh Ibrahim, and M. Syukri Sadimantara, “Analisis Kandungan Zat Pengawet Formalin Pada Terasi yang Diperdaangkan Di Pasar Tradisional Kota Kendari,” J. Sains dan Teknol. Pangan, vol. 1, no. 1, pp. 2527–6271, 2016.

H. Nasution, M. Alfayed, - Helvina, S. F, R. Ulfa, and A. Mardhatila, “Analisa Kadar Formalin Dan Boraks Pada Tahu Dari Produsen Tahu Di Lima (5) Kecamatan Di Kota Pekanbaru,” Phot. J. Sain dan Kesehat., vol. 8, no. 2, pp. 37–44, 2018, doi: 10.37859/jp.v8i2.714.

D. Utomoa and S. Kholifah, “UJI BORAKS DAN FORMALIN PADA JAJANAN DISEKITAR UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN,” J. Teknol. Pangan, vol. 9, no. 1, pp. 10–19, 2018.

Y. T. Male, L. I. Letsoin, and N. A. Siahaya, “Analisis Kandungan Formalin Pada Mie Basah Pada Beberapa Lokasi Di Kota Ambon,” Maj. BIAM, vol. 13, no. 2, p. 5, 2017, doi: 10.29360/mb.v13i2.3530.

C. H. Yulianti, “Perbandingan Uji Deteksi Formalin pada Makanan Menggunakan Pereaksi Antilin dan Rapid Tes Kit Formalin (Labstest),” J. Pharm. Sci., vol. 6, no. 1, pp. 53–58, 2021, doi: 10.53342/pharmasci.v6i1.205.

A. Nurlailia, L. Sulistyorini, and S. I. Puspikawati, “Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Makanan di Wilayah Kota Banyuwangi,” Media Gizi Kesmas, vol. 10, no. 2, p. 254, 2021, doi: 10.20473/mgk.v10i2.2021.254-260.

L. Jayadi, N. Sabila, P. D. Studi, A. Farmasi dan Makanan, P. Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, and P. Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Jl Besar, “Analisis Kandungan Formalin dan Boraks Pada Bakso dan Tahu di Wilayah Kota Malang,” J. Syifa Sci. Clin. Res., vol. 5, no. 2, pp. 283–294, 2023, [Online]. Available: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr,E-DOI:https://doi.org/10.37311/jsscr.v5i2.17998.

S. Santi, Sulistiono, and N. F. Rachmawati, “Analisis keamanan pangan pada produk terasi di Kabupaten Banyuwangi,” J. Ilmu Perikan. dan Kelaut., vol. 4, no. 3, pp. 2–5, 2022.

S. Damayanti et al., “Ethanolic Sisyrinchium palmifolium L. Extract as Natural Preservative for Indonesian Tofu Preparation,” Pharm. J. Farm. Indones. (Pharmaceutical J. Indones., vol. 19, no. 1, p. 1, 2022, doi: 10.30595/pharmacy.v19i1.8691.

A. Hamad, E. Nurlaeli, D. Y. Pradani, A. D. Djalil, and D. Hartanti, “Application of Lemongrass As Natural Preservatives for Tofu,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 30, no. 2, pp. 100–109, 2019, doi: 10.6066/jtip.2019.30.2.100.

R. Ilham Rasyidi Wibowo, W. Retnowati, and N. Fatimah, “The Effect of Garlic (Allium sativum) on Inhibition of Escherichia coli Bacteria in White Tofu,” Int. J. Res. Publ., vol. 113, no. 1, pp. 314–318, 2022, doi: 10.47119/ijrp10011311120214151.

C. H. Yulianti and A. N. Safira, “Analisis Kandungan Formalin pada Mie Basah Menggunakan Nash dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis,” J. Pharm. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 7–14, 2020, doi: 10.53342/pharmasci.v5i1.156.

M. Obadi, Y. Li, and B. Xu, “Recent advances in extending the shelf life of fresh wet noodles: Influencing factors and preservation technologies,” J. Food Sci., vol. 88, no. 9, pp. 3626–3648, 2023, doi: 10.1111/1750-3841.16719.

Yuliani, R. A. Sari, A. Emmawati, and K. P. Candra, “The Shelf Life of Wet Noodle Added by Gendarussa (Justicia gendarussa Burm. F.) Leaves Extract,” Indones. J. Agric. Res., vol. 3, no. 1, pp. 23–30, 2020, doi: 10.32734/injar.v3i1.3823.

S. F. Sammulia, N. Suhatri, and H. C. Raja Guk-Guk, “Deteksi Rhodamin B pada Saus Serta Cemaran Boraks dan Bakteri Salmonella sp. pada Cilok Jajanan Sekolah Dasar Kota Batam,” Pharm. J. Farm. Indones. (Pharmaceutical J. Indones., vol. 16, no. 2, p. 286, 2019, doi: 10.30595/pharmacy.v16i2.5744.

A. Sato, D. I. Astuti, S. P. Putri, and E. Fukusaki, “Quality improvement of semi-wet terasi by optimizing the starter culture ratio of controlled fermentation,” HAYATI J. Biosci., vol. 27, no. 4, pp. 320–329, 2020, doi: 10.4308/hjb.27.4.320.

W. Hardinata, L. Karimuna, and N. Asyik, “Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Formalin Pada Produk Terasi (Shrimp Paste) yang Diperdagangkan di Pasar Sentral Kota dan Pasar Sentral Wua-Wua,” Edible J. Penelit. Ilmu-ilmu Teknol. Pangan, vol. 8, no. 1, p. 45, 2021, doi: 10.32502/jedb.v8i1.3449.

R. S. Sartika, “Keamanan pangan penyelenggaraan makanan bagi pekerja,” J. Gizi Kerja dan Produkt., vol. 1, no. 1, pp. 29–35, 2020.

Downloads

Published

2024-05-27

How to Cite

Widyan, R., & Ratia Ratulangi, W. . (2024). Identifikasi Formalin dan Boraks Pada Sampel Tahu, Mie Kuning dan Terasi Menggunakan Tes Kit. Jurnal Sains Dan Teknologi, 6(1), 71-77. https://doi.org/10.55338/saintek.v6i1.3168