Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Kemampuan Keluarga Terhadap Pencegahan Stroke Berulang Di Kecamatan Medan Tuntungan

Authors

  • Aspiati Aspiati, STIKES Darmo, Medan,  Indonesia
  • Yani Lestari, STIKES Darmo, Medan,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v1i3.3074

Keywords:

Peningkatan Kemampuan Keluarga, Lansia, Stroke Berulang

Abstract

Stroke merupaakan penyakit neurologi yang terjadi karena ganguan suplai darah menuju bagian otak mengalami gangguan atau sumbatan, banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya serangan stroke salah satu diantaranaya yaitu diabetes melitis, hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi. Pasien yang menderita penyakit stroke tentunnya akan mengalami berbagai probematika, keterbatasan dan hambatan pada semua tingkat termasuk struktur tubuh, fungsi tubuh, aktifitas dan partisipasi dalam lingkungan dan kehidupan sehari – hari. Adapun tujuan dilaksanakanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga terhadap pencegahan penyakit Stroke berulang. Metode Pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung pada lansia di Kecamatan Medan Tuntungan. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang peserta. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan tingkat pengetahuan dan kemampuan keluarga sebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebanyak 15 orang (71,5%) peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan keluarga yang kurang baik mengenai stroke. Setelah diberikan penyuluhan kesehatan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga sebanyak 14 orang (67%) peserta pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan keluarga baik mengenai penyakit Stroke.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Misbach, J. 2011. Stroke : Aspek Diagnosis, Patofisiologi, Manajemen. Kelompok Studi Stroke Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Kementerian Kesehatan RI. 2008. Riset Kesehatan Dasar 2008. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI.2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Mulyatsih, E. dan Ahmad, A.A.2010. Stroke : Petunjuk perawatan pasien pasca stroke di rumah. Cetakan 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Stroke Engine 2009. Secondary Stroke Prevention. Information for patient and families.www.strokengine.ca, dilihat tanggal 6 Maret 2018.

Almborg, A. H., Ulander, K., Thulin, A., & Berg, S. 2010. Discharged after stroke– important factors for health‐related quality of life. Journal of clinical nursing, 19(15‐16): 2196- 2206.

Wardhana, W.A. 2011. Strategi Mengatasi & Bangkit Dari Stroke. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haghighi et al. 2009. Knowledge and attitude towards stroke risk factors, warning symptoms and treatment in an iranian population. Available at Karger AG, Basel http://www.karger.com/mpp Philipus, F. (2006).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Berobat Penderita TB Paru di Puskesmas Depok. Tesis Pascasarjana. Yogyakarta: UGM.

Downloads

Published

2021-06-12

How to Cite

Aspiati, A., & Lestari, Y. . (2021). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Kemampuan Keluarga Terhadap Pencegahan Stroke Berulang Di Kecamatan Medan Tuntungan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 1(3), 80-82. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v1i3.3074

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>