Manajemen Nyeri Akut Post Kraniotomi melalui Teknik Relaksasi dalam Asuhan Keperawatan pada Sdr. Z

Authors

  • Muhammad Rizqan Alfitri Akbar, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia
  • Anggi Setyowati, Universitas Lambung Mangkurat,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.8565

Keywords:

Nyeri Akut, Cedera Kepala Sedang, Post Kraniotomi, Slow Deep Breathing, Guided Imagery

Abstract

Nyeri akut merupakan keluhan yang sering dialami pasien pasca kraniotomi dan dapat meningkatkan tekanan intrakranial serta mengganggu kenyamanan, pola tidur, dan aktivitas pasien. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan yang efektif dan aman tanpa mengganggu pemantauan neurologis. Upaya pendekatan yang dapat digunakan adalah terapi nonfarmakologis melalui teknik relaksasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknik slow deep breathing dan guided imagery dalam menurunkan skala nyeri pada pasien Sdr. Z post kraniotomi dengan cedera kepala sedang. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien (Sdr. Z) yang dirawat di Ruang Nuri RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pelaksanaan intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pemberian latihan slow deep breathing selama 15 menit sebanyak lima kali sehari dan guided imagery selama 15 menit sebanyak satu kali sehari. Evaluasi tingkat nyeri dilakukan setiap hari menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri secara bertahap dari skala 6 (nyeri sedang) pada saat pengkajian awal menjadi skala 3 (nyeri ringan) pada hari ketiga setelah intervensi. Selain itu, pasien mampu memahami dan mempraktikkan kembali teknik relaksasi secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik slow deep breathing dan guided imagery dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai bagian dari manajemen nyeri komprehensif pada pasien post kraniotomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, R., Thalib, A. H. S., & Nurhalisa, S. (2023). Slow Deep Breathing Therapy for Reducing Pain In Patients With Head Injury. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 104–110. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.908

A’la, M. Z., Dewi, D. P., & Siswoyo, S. (2019). Analisis Masalah Keperawatan pada Pasien Post Kraniotomi di RSD Dr. Soebandi Jember (Studi Retrospektif Januari 2016 – Desember 2017). Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 6(3), 677. https://doi.org/10.35842/jkry.v6i3.371

Aprilyadi, N., Feri, J., & Ayu, L. (2021). Penerapan Teknik Imajinasi Terbimbing Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau Tahun 2021. Journal of Complementary in Health, 1(1), 24–30. https://doi.org/10.36086/jch.v1i1.1114

Chughtai, K. A., Nemer, O. P., Kessler, A. T., & Bhatt, A. A. (2019). Post-operative complications of craniotomy and craniectomy. Emergency Radiology, 26(1), 99–107. https://doi.org/10.1007/s10140-018-1647-2

Farizil, R. B., Muhammad Rosyidi, R., & Priyanto, B. (2024). Tinjauan Pustaka: Diagnosis Dan Tatalaksana Cedera Otak Traumatik. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(12). https://doi.org/10.33024/jikk.v10i12.12460

Farrokh, S. (2025). Craniotomy and pain management. Dalam Essentials of Neuroanesthesia (hlm. 785–792). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-443-22273-3.00042-0

Ichwanuddin, I., & Nashirah, A. (2022). Cedera Kepala Sedang. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 8(2), 1–8. https://doi.org/10.29103/averrous.v8i2.8726

Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI.

Marbun, A. S., & Sinuraya, E. (2020). Manajemen Cedera Kepala (Y. Umaya, Ed.; 1 ed.). Ahlimedia Press.

Marbun, A. S., Sinuraya, E., Simanjuntak, G., & Amila. (2020). Manajemen Cedera Kepala. Ahlimedia Press.

Nirwani, Z., & Purba, W. S. (2024). Pemberian Terapi Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Kraniotomi Cedera Kepala di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Science: Indonesian Journal of Science, 1(3), 491–498.

Pratama, R. A., Laksono, B. H., & Fatoni, A. Z. (2020). Manajemen Nyeri Akut Pasca-Kraniotomi. Journal of Anaesthesia and Pain, 1(3), 28–38. https://doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.03.04

Putri, P., Agustin, I., Muliyadi, M., Azwaldi, A., & Saputra, R. (2024). Pengaruh Manajemen Nyeri: Imajinasi Terbimbing Terhadap Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 4(2), 138–142. https://doi.org/10.36086/jkm.v4i2.2575

Sarwono, A. E., & Handayani, A. (2021). Metode Kuantitatif. Unisri Press.

Senapati, S. B., Acharya, A., Puppala, S., & Mahapatra, A. K. (2025). Book craniotomy: modified craniotomy for midline extradural hematoma. Patient series. Journal of Neurosurgery: Case Lessons, 9(17). https://doi.org/10.3171/CASE2518

Siahaya, N., Huwae, L. B. S., Angkejaya, O. W., Bension, J. B., & Tuamelly, J. (2020). Prevalensi Kasus Cedera Kepala Berdasarkan Klasifikasi Derajat Keparahannya Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Pada Tahun 2018. Molucca Medica, 14–22. https://doi.org/10.30598/molmed.2020.v13.i2.14

Singh, S. R., Hutagalung, T. R., & Nasution, M. A. S. (2025). Prevalensi Kasus Cedera Kepala (Trauma Kapitis) Berdasarkan Klasifikasi Derajat Keparahannya Pada Pasien Operatif Dan Non-Operatif Di RSU Royal Prima Ayahanda Dari Tahun 2021-2023. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 4641–4648. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48094

Yue, J., & Deng, H. (2023). Traumatic Brain Injury: Contemporary Challenges and the Path to Progress. Journal of Clinical Medicine, 12(9), 3283. https://doi.org/10.3390/jcm12093283

Downloads

Published

2026-03-23

How to Cite

Alfitri Akbar, M. R. ., & Setyowati, A. . (2026). Manajemen Nyeri Akut Post Kraniotomi melalui Teknik Relaksasi dalam Asuhan Keperawatan pada Sdr. Z. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(1), 1895–1901. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.8565

Most read articles by the same author(s)