Inovasi Kerupuk Nutraseutikal Berbasis Sayuran dan Ikan sebagai Camilan Sehat, Bergizi, dan Bernilai Ekonomi

Authors

  • Author Icon
    Nurhidayah Nurhidayah STIKes Maluku Husada
  • Author Icon
    Ima Soumena STIKes Maluku Husada
  • Author Icon
    Wa Ode Karmila STIKes Maluku Husada
  • Author Icon
    Sisca Latue STIKes Maluku Husada
  • Author Icon
    Nugraha Alif Prasetiyo STIKes Maluku Husada
  • Author Icon
    Eka Fitri Adriana STIKes Maluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.9229

Keywords:

Kerupuk Nutraseutikal , Pangan Fungsional, Sayuran , Ikan , Nilai Gizi

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha pangan lokal adalah masih terbatasnya pemanfaatan sumber daya sayuran dan ikan sebagai produk pangan bernilai tambah, sementara konsumsi camilan yang beredar di pasaran umumnya memiliki kandungan gizi yang rendah serta belum mampu mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat. Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk pangan fungsional yang bernilai ekonomi masih terbatas. Kondisi ini mengakibatkan potensi sumber daya lokal belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat maupun pendapatan keluarga. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah inovasi produk pangan farmasi berupa kerupuk nutraseutikal berbasis sayur dan ikan sebagai camilan sehat dan bernilai gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai pangan fungsional dan nutraseutikal, pelatihan pembuatan kerupuk berbasis sayuran dan ikan, pendampingan formulasi produk, evaluasi mutu organoleptik dan kandungan gizi sederhana. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui identifikasi potensi bahan baku lokal, penyusunan formula kerupuk nutraseutikal, demonstrasi proses produksi, praktik langsung oleh peserta, evaluasi mutu produk, serta pendampingan pengembangan usaha. Seluruh kegiatan melibatkan masyarakat secara aktif sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menghasilkan produk yang memenuhi aspek mutu, keamanan, dan daya terima konsumen.Dampak konkret yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sayuran dan ikan menjadi produk pangan fungsional, terciptanya produk kerupuk nutraseutikal yang memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk konvensional, meningkatnya nilai tambah komoditas pangan lokal, terbukanya peluang usaha berbasis inovasi pangan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi camilan sehat yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pangan Nasional. (2023). Keamanan Pangan dan Diversifikasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Jakarta: Badan Pangan Nasional.

FAO & WHO. (2021). Sustainable Healthy Diets – Guiding Principles. Rome: Food and Agriculture Organization.

Gharibzahedi, S. M. T., & Jafari, S. M. (2017). The importance of minerals in human nutrition: Bioavailability, food fortification, processing effects and nanoencapsulation. Trends in Food Science & Technology, 62, 119–132.

Ibrahim R. (2021). Evaluation of Thickness and Linear Expansion of Fish Crackers studi mutu dan standar SNI kerupuk ikan.

Jurnal Ilmiah Ekonomi/Manajemen. (2024). Analisis Pengembangan Produk Kerupuk Ikan(studi kasus dan strategi pengembangan produk lokal).

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Statistik Kelautan dan Perikanan Indonesia 2023. Jakarta: KKP.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Gizi.

Mahyuddin, M. (2024). Organoleptic Quality and Nutritional Content of Local Fish Crackers with Vegetable Variants. Jurnal AMNT (uji hedonic untuk kerupuk ikan).

Martirosyan, D. M., & Singh, J. (2015). A new definition of functional food by FFC: What makes a new definition unique? Functional Foods in Health and Disease, 5(6), 209–223.

Musarofah, S. (2022). Pelatihan Inovasi Produksi Kerupuk untuk Pemberdayaan IRT relevansi teknologi tepat guna dan transfer keterampilan.

Muslimah, M. (2024). Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan sebagai Bahan Baku Kerupuk (studi terapan). Jurnal Reswara.Sinuraya, S. B., dkk. (2024). Karakteristik Gel Surimi Ikan relevansi untuk formulasi aditif protein pada krupuk ikan.

NASIONAL, B. S. (2018). Badan Standardisasi Nasional. (2018). SNI 8272:2016 Kerupuk Ikan. Jakarta: BSN.

Organization, W. H. (2020). Healthy Diet. Geneva: World Health Organization.

Sant’Ana, A. S., et al. (2020). Food Processing for Increased Quality and Consumption. Academic Press.

Shahidi, F., & Ambigaipalan, P. (2015). Phenolics and polyphenolics in foods, beverages and spices: Antioxidant activity and health effects. Journal of Functional Foods, 18, 820–897.

Susilowati, E. (2022). Snack Product Processing and Business Management of Milkfish Crackers to Increase Local Potential. Nuscientech Proceedings.

Wahyuni, S., Putri, A., & Lestari, M. (2021). Tren peningkatan permintaan camilan sehat berbasis protein ikan: Peluang inovasi produk olahan. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(1), 34–42.Sumadi, I. G. H. (2021). Pengolahan Kerupuk Ikan Bandeng (Chanos chanos) dengan Penambahan Pasta Tulang. Jurnal Pengolahan.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Nurhidayah, N., Soumena, I. ., Karmila, W. O. ., Latue, S. ., Prasetiyo, N. A. ., & Adriana, E. F. . (2026). Inovasi Kerupuk Nutraseutikal Berbasis Sayuran dan Ikan sebagai Camilan Sehat, Bergizi, dan Bernilai Ekonomi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(2), 3631–3639. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.9229

Most read articles by the same author(s)