Gambaran Perubahan Indeks Massa Tubuh Selama Fase Intensif Pengobatan Tuberkulosis Paru Kasus Baru Di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.55338/jumin.v7i1.7840Keywords:
Tuberkulosis Paru, Indeks Massa Tubuh (IMT), Status Gizi, Perbandingan Jenis Kelamin, Kelompok Usia, Pengobatan TBAbstract
Tuberkulosis paru (TB) tetap menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Status gizi yang buruk pada pasien TB dapat memperburuk prognosis penyakit dan memperlambat pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT) selama dua bulan pengobatan pada pasien TB paru kasus baru di Puskesmas Padang Bulan Medan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan desain longitudinal yang melibatkan 42 pasien TB paru kasus baru yang menjalani pengobatan sesuai dengan standar Program Penanggulangan Tuberkulosis. Pengukuran IMT dilakukan pada bulan pertama dan kedua pengobatan. Data demografi seperti jenis kelamin dan kelompok usia (kelompok usia <18 tahun, 18-45 tahun, dan >45 tahun) juga dianalisis untuk melihat perbedaan dalam respons pengobatan terhadap perubahan IMT. Analisis dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Rata-rata IMT pasien meningkat dari 19,46 pada bulan awal menjadi 19,84 pada bulan pertama dan 19,97 pada bulan kedua. Peningkatan IMT sebesar 0,38 poin pada bulan pertama dan 0,13 poin pada bulan kedua menunjukkan respons pengobatan yang positif. Perbandingan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan laki-laki memiliki peningkatan IMT sedikit lebih besar daripada perempuan, meskipun perbedaan ini tidak signifikan. Kelompok usia 18–45 tahun menunjukkan peningkatan IMT yang lebih stabil dan signifikan dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Sebagian besar pasien berada dalam kategori gizi baik (normal) pada bulan kedua, dengan jumlah pasien dengan gizi kurang menurun dari 14,29% menjadi 4,76%. Pengobatan TB pada pasien kasus baru selama dua bulan pengobatan berhasil meningkatkan status gizi pasien, dengan sebagian besar pasien menunjukkan perbaikan IMT. Meskipun terdapat perbedaan respons pengobatan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia, hasil ini menunjukkan bahwa pengobatan TB efektif dalam meningkatkan status gizi pasien secara keseluruhan. Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pemantauan IMT sebagai indikator keberhasilan pengobatan dan pemulihan gizi pasien TB.
Downloads
References
R. Amalia, R. Lestari, and R. Cholidah, “Hubungan Fase Pengobatan Tuberkulosis dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cakranegara,” vol. 1, no. 2, pp. 106–111, 2022.
Macallan, D. (1999). Malnutrition in tuberculosis. Journal of Clinical Nutrition, 69(5), 1021–1027. https://doi.org/10.3945/ajcn.1999.69.5.1021
Bhargava, A., Sachdev, H. S., Fall, C. H., Osmond, C., & Martorell, R. (2014). Association between low birth weight and increased risk of tuberculosis in children and adults: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases, 14(9), 967–975. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(14)70715-6
T. Dwi, A. C. Adisasmita, and E. Burhan, “Indeks Massa Tubuh dan Waktu Terjadinya Konversi Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di RSUP Persahabatan Tahun 2012,” vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2016.
D. S. Amaltullah, I. P. Oktayana, D. D. Putri, and S. Sahadewa, “Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT)Sebagai Faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis (Tb) Paru Di Puskesmas Modopuro,” vol. 2, pp. 61–69, 2024.
W. Song et al., “Association between body mass index and newly diagnosed drug ‑ resistant pulmonary tuberculosis in Shandong , China from 2004 to 2019,” pp. 1–14, 2021, doi: 10.1186/s12890-021-01774-2.
I. Yuniar and S. D. Lestari, “HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PENDAPATAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU,” vol. 1, no. 1, pp. 18–25, 2017.
F. Syamsuddin, Nurliah, and R. Marukai, “HUBUNGAN FASE PENGOBATAN DENGAN STATUS GIZI PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN,” vol. x, 2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis”.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maulana Ichsan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Maulana Ichsan,
Universitas Muhammadiah Sumantera Utara,
Indonesia 








