Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur Di TPMB Bdn. Hj Wiwin Wulandari SST., M.Si Tahun 2025

Authors

  • Putri Henida, Universitas Medika Suherman,  Indonesia
  • Rosi Kurnia Sugiharti, Universitas Medika Suherman,  Indonesia
  • Ida Widaningsih, Universitas Medika Suherman,  Indonesia
  • Herlina Simanjuntak, Universitas Medika Suherman,  Indonesia

Keywords:

AKDR, Kontrasepsi, Wanita Usia Subur, Usia, Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan

Abstract

Wanita usia subur (WUS) berusia 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Meskipun demikian, pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih relatif rendah. Berdasarkan SDKI 2017, hanya 4% WUS yang menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi pendahuluan di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menunjukkan bahwa 90% dari 20 responden lebih menyukai kontrasepsi suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat tersebut menjadi dasar penting untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Disimpulkan bahwa faktor usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan berpengaruh terhadap rendahnya pemilihan AKDR. Peran bidan dalam memberikan konseling serta dukungan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, sehingga program KB jangka panjang dapat berjalan lebih efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Mu’min, “Faktor–faktor yang berhu Usia Pertama Berhubungan Sek Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Provinsi Banten (Analisis Data Sekunder SDKI 2017),” J. Obs. Sci., vol. 9, no. 2, pp. 875–892, 2021.

D. W. Enzimatia, D. Dharminto, R. D. Nugroho, and S. Winarni, “Hubungan Sosial Budaya, Persepsi Efek Samping Dan Gangguan Hubungan Seksual Dengan Pemilihan Iud Di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Tahun 2018,” J. Kesehat. Masy., vol. 7, no. 4, pp. 381–387, 2020.

F. A. Nurullah, “Perkembangan Metode Kontrasepsi di Indonesia,” Cermin Dunia Kedokt., vol. 48, no. 3, p. 397995, 2021.

R. S. F. Rasti, C. Zaman, and D. Ekawati, “Analisis Pemakaian Alat Kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Rupit Tahun 2024,” J. Ners, vol. 9, no. 1, pp. 508–514, 2025.

S. Yolanda, S. T. Keb, M. Keb, and A. Nurfadilah, “KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022”.

A. Atikah and I. S. Hardianti, “Hubungan Pendidikan Ibu dalam Masa Usia Subur terhadap Pemilihan KB di RW 01 Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,” Malahayati Nurs. J., vol. 6, no. 11, pp. 4689–4698, 2024.

R. Matahari, S. Km, F. P. Utami, S. Km, and I. S. Sugiharti, Buku Ajar Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Pustaka Ilmu, 2020.

L. Amallkarina and M. Sutarno, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan KB IUD Pasca Persalinan di Klinik Bidan Lamria Silitonga Amd. Keb Kalimantan Barat,” Malahayati Nurs. J., vol. 7, no. 4, pp. 1559–1571, 2025.

I. W. Utami and N. Arfiani, “Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan,” J. Huk. dan Etika Kesehat., vol. 1, no. September, pp. 46–64, 2021.

E. Agustina, M. Riski, and R. G. Sari, “Hubungan Pendidikan, Usia dan Status Pekerjaan dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pedamaran Kecamatan Pedamaran Kabupaten Oki Tahun 2019,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 21, no. 1, pp. 378–381, 2021.

R. K. Sugiharti, “Peningkatan kualitas hidup balita melalui pelatihan skrining tumbuh kembang balita bagi ibu dan kader posyandu,” SELAPARANG J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 7, no. 3, pp. 1530–1535, 2023.

L. Indahwati, L. R. Wati, and D. T. Wulandari, “Karakterstik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan, Pengalaman KB) Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi,” J. issues Midwifery, vol. 1, no. 2, pp. 9–18, 2020.

H. S. Said, C. Khotimah, D. Ardiansyah, and H. Khadrinur, “Uji Validitas dan Reliabilitas: Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Terhadap Matakuliah Accounting For Business atau Pengantar Akuntansi,” J. Publ. Ekon. dan Akunt., vol. 3, no. 2, pp. 249–259, 2023.

A. Jumiati, M. Riski, and H. Efendi, “hubungan pendidikan, usia dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD,” Jurnal’Aisyiyah Med., vol. 8, no. 1, 2023.

V. P. Vitapratiwi, L. F. R. Lezafidyahrestiana, and L. Leni, “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Kontrasepsi Akdr Di Tpmb ‘L’ Cipayung Depok Tahun 2023,” J. Ilm. Bidan, vol. 7, no. 2, 2024, doi: 10.69935/jidan.v7i2.52.

I. Widaningsih and S. Chairunnisa, “Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Unmeed Need KB di Desa Kertarahayu Kabupaten Bekasi Tahun 2023,” 2023.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Henida, P., Sugiharti, R. K., Widaningsih, I., & Simanjuntak, H. (2026). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur Di TPMB Bdn. Hj Wiwin Wulandari SST., M.Si Tahun 2025. Jurnal Media Informatika, 7(1), 221-227. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jumin/article/view/7316

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>