Analisis Dinamika Tanah Kotaagung Menggunakan HVSR untuk Estimasi Peak Ground Acceleration
DOI:
https://doi.org/10.55338/jumin.v6i6.7593Keywords:
Peak Ground Acceleration (PGA), Mikrotremor, HVSR, Periode Dominan, Amplifikasi Tanah, Kotaagung, Subduksi Indo-Australia.Abstract
Wilayah Provinsi Lampung, khususnya Kotaagung, merupakan daerah dengan aktivitas tektonik tinggi karena kedekatannya dengan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Kondisi ini menempatkan Kotaagung sebagai kawasan yang memiliki potensi kegempaan signifikan sehingga diperlukan kajian mendalam terkait bahaya seismik sebagai dasar mitigasi risiko bencana. Salah satu parameter utama dalam evaluasi bahaya gempa adalah Peak Ground Acceleration (PGA), yang menggambarkan percepatan tanah maksimum akibat guncangan dan menjadi acuan dalam perencanaan bangunan tahan gempa serta penyusunan zonasi seismik. Penelitian ini mengestimasi nilai PGA di Kotaagung dengan memanfaatkan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) berbasis data mikrotremor. Sebanyak 78 titik pengukuran direkam menggunakan sensor tunggal dengan durasi 20–30 menit dan frekuensi sampling 100 Hz. Data tiga komponen getaran tanah kemudian dianalisis untuk memperoleh kurva HVSR, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan frekuensi dominan (f₀), periode dominan (Tg), dan nilai PGA menggunakan rumus empiris Kanai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode dominan tanah di Kotaagung berada pada rentang 0,09–2,92 s, sedangkan nilai PGA permukaan berkisar antara 155 hingga 1033 gal. Berdasarkan klasifikasi risiko gempa, wilayah studi termasuk dalam kategori “besar dua” hingga “sangat besar dua”, yang mencerminkan tingkat kerentanan seismik tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang berbasis risiko untuk meminimalkan dampak gempabumi di Kotaagung dan sekitarnya.
Downloads
References
Amrullah, M. K., Aditama, M. R., Laksono, F. A. T., & Widagdo, A. (2021). Analisis Ground Motion di Selatan Gunung Api Ungaran Berdasarkan Mikrozonasi Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Jurnal Geosains dan Teknologi, 4(3), 134–141.
Arrahma, M., Hadi, A. I., & Harlianto, B. (2024). Studi Kecepatan Tanah Maksimum (PGV), Percepatan Tanah Maksimum (PGA) dan Skala Intensitas Kerusakan (MMI). Navigation Physics: Journal of Physics Education, 6(1), 74–83.
Jamal, R. J., Lantu, L., Aswad, S., & Sulaiman, C. (2017). Mikrozonasi Kawasan Rawan Bencana Gempabumi menggunakan metode Boore-Atkinson dan Mikrotremor. Jurnal Geocelebes, 1(1), 5–12.
Octavia, Y. W., Kusmita, T., & Mardiyanto, M. (2024). Penentuan Tingkat Risiko Gempabumi Berdasarkan Peak Ground Acceleration (PGA). Jurnal Riset Fisika Indonesia, 5(1), 1–8.
Wibowo, N. B., & Sembri, J. N. (2016). Analisis PGA dan Intensitas Gempabumi Berdasarkan Data Gempabumi Terasa. Indonesian Journal of Applied Physics, 6(1), 65–72.
Nakamura, Y. (1989). A Method for Dynamic Characteristics Estimation of Subsurface Using Microtremor. Quarterly Report of RTRI, 30(1), 25–33.
Lermo, J., & Chávez-García, F. J. (1993). Site Effect Evaluation Using HVSR Technique. Bulletin of the Seismological Society of America, 83(5), 1574–1594.
Bard, P. Y. (1998). Microtremor Measurements: A Tool for Site Effect Estimation. ESC Working Group Bulletin, 12, 125–152.
Konno, K., & Ohmachi, T. (1998). Ground Motion Characteristics Estimated from HVSR. Journal of Earthquake Engineering, 2(4), 413–423.
Parolai, S., Picozzi, M., & König, W. (2005). HVSR Analysis for Urban Seismic Hazard. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 25(4), 287–295.
Nath, S. K., & Thingbaijam, K. K. S. (2009). Peak Ground Acceleration Mapping in India. Natural Hazards, 49(1), 61–83.
Rahman, A., & Suwardi, S. (2019). Mikrozonasi Seismik Menggunakan Metode HVSR di Zona Subduksi Jawa. Jurnal Geologi Indonesia, 14(2), 103–115.
Widodo, A., & Riyanto, B. (2020). Analisis Frekuensi Dominan Menggunakan Mikrotremor HVSR di Daerah Vulkanik. Jurnal Geofisika Eksplorasi, 8(1), 55–64.
Yusuf, R., & Darmawan, A. (2018). Estimasi PGA Berdasarkan Data Mikrotremor. Jurnal Keteknikan Geofisika, 5(2), 77–86.
Singh, D. D., & Gupta, H. (2012). Ground Motion Prediction for Himalayan Region. Earthquake Spectra, 28(3), 989–1002.
Kurniawan, D. (2021). Analisis Amplifikasi Tanah Menggunakan HVSR di Daerah Pesisir. Jurnal Sains Kebumian, 12(4), 215–224.
Setiawan, S., & Oktaviani, D. (2017). Site Response Analysis Using HVSR Method. Indonesian Journal of Earth Sciences, 4(3), 201–210.
Boore, D. M., & Atkinson, G. (2008). Ground Motion Prediction Equations for Shallow Crustal EQ. Earthquake Spectra, 24(1), 99–138.
Haghshenas, E., et al. (2008). Comparison of HVSR Techniques for Microzonation. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 28(10–11), 712–728.
Rosyidi, S., & Haroky, F. (2022). Pemetaan Mikrozonasi Menggunakan Mikrotremor dan HVSR. Jurnal Teknologi Kebumian, 9(1), 44–56
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Erwinda Fenty Anggraeni, Joni Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Similar Articles
- Ulfauza Ulfauza, Syofriani Syofriani, Syofriani Syofriani, Nazaruddin Nazaruddin, Ikhwan Wahidin, M.Iqbal Himam, Analisis Penerimaan Aplikasi e-FisheryKu pada Pembudidaya Ikan di Kota Padang Menggunakan Model Technology Acceptance Model (TAM) , Jurnal Media Informatika: Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
You may also start an advanced similarity search for this article.
Erwinda Fenty Anggraeni,
Universitas Pamulang,
Indonesia








