Pengembangan Kawasan Rumah Adat Berbasis Eduwisata untuk Meningkatkan Legibility Kawasan di Taman Budaya Benteng Somba Opu

Authors

  • Nur Fadhilah Annisa Idris, Universitas Muslim Indonesia,  Indonesia
  • Andas Budy, Universitas Muslim Indonesia,  Indonesia
  • Arinda Wahyuni, Universitas Muslim Indonesia,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jumin.v7i2.8614

Keywords:

Eduwisata, Legibility Kawasan, Experiential Learning, Rumah Adat, Pengembangan Kawasan

Abstract

Sub-kawasan rumah adat di Taman Budaya Benteng Somba Opu merupakan representasi arsitektur tradisional Sulawesi Selatan yang memiliki potensi sebagai media pembelajaran budaya. Namun, kondisi eksisting kawasan menunjukkan struktur ruang yang belum terorganisir secara optimal, ditandai dengan fragmentasi tata ruang, sistem parkir yang tidak tertata, serta jalur sirkulasi yang belum mendukung pengalaman edukatif pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sub-kawasan rumah adat sebagai destinasi eduwisata melalui pendekatan penataan spasial yang mengintegrasikan nilai arsitektur tradisional, pengalaman ruang, dan identitas kawasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis spasial serta evaluasi komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah pengembangan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ulang zonasi rumah adat berbasis distrik budaya, penguatan jalur pedestrian sebagai jalur interpretatif, restrukturisasi sistem parkir, serta pengembangan foodcourt tematik berbasis identitas lokal mampu meningkatkan keterbacaan ruang, orientasi pengunjung, serta kualitas pengalaman belajar berbasis eksplorasi. Pengembangan tersebut juga memperkuat identitas kawasan serta meningkatkan integrasi antara fungsi budaya, edukasi, dan rekreasi. Dengan demikian, pengembangan sub-kawasan rumah adat di Taman Budaya Benteng Somba Opu dapat mendukung konsep eduwisata berbasis pengalaman ruang sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian arsitektur tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

D. Kaluppini, K. Enrekang, S. A. Selatan Zulkarnain, M. Halaman, dan J. Arsitektur UIN Alauddin Makassar, “Lokalitas Struktur & Material Konstruksi Rumah Adat Sapo Battoa LOKALITAS STRUKTUR & MATERIAL KONSTRUKSI RUMAH ADAT SAPO BATTOA DESA KALUPPINI, KABUPATEN ENREKANG, SULAWESI SELATAN.” [Daring]. Tersedia pada: http://journal.uin-alauddin.ac.id

M. Marwati dan A. E. Oktawati, “WUJUD ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DI DELTA LAKKANG KOTA MAKASSAR,” Nature: National Academic Journal of Architecture, vol. 6, no. 2, hlm. 177, Des 2019, doi: 10.24252/nature.v6i2a7.

A. Annisa dkk., “KARAKTERISTIK ARSITEKTUR RUMAH ADAT WAJO DI KOMPLEKS MINIATUR BUDAYA SULAWESI SELATAN BENTENG SOMBAOPU MAKASSAR.”

I. Farida, M. Si, A. Purnomo, M. M. Masayu, N. Juwita, dan M. Ardiansyah, “PENGEMBANGAN EDUWISATA WARISAN BUDAYA KAIN TAPIS PENERBIT CV.EUREKA MEDIA AKSARA.”

C. B. Wibowo, M. D. Safinka, dan M. I. Romadhan, “KOMPARASI MODEL PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS EDUKASI: STUDI KASUS MUSEUM PENDIDIKAN DENGAN KALIMAS DAN MUSEUM SUSU CIMORY DENGAN DESTINASI PENDUKUNGNYA,” 2025.

D. A. Septiana dkk., “Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ Website: http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat Historis Rumah Adat Pada Kebudayaan Sulawesi Selatan”, [Daring]. Tersedia pada: http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat

D. A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development, 2 ed. Upper Saddle River, NJ: PearsonEducation, 2015.

D. J. Timothy dan S. W. Boyd, Tourism and Trails: Cultural, Ecological and Management Issues. Bristol: Channel View Publications, 2015.

E. Relph, Place and Placelessness, Revised edition. London: SAGE Publications, 2016.

Kevin. Lynch, Image of the city. MIT Press, 20001960.

J. Ilmiah dan K. Grafis, “ANALYSIS OF PARKING SPACE EFFECTIVENESS IN COMMERCIAL AREA JL. BOULEVARD AND JL. PENGAYOMAN, MAKASSAR CITY,” vol. 16, no. 1, hlm. 67–73, 2023, doi: 10.51903/pixel.v16i1.1065.

E. Hooper-Greenhill, Museums and the Interpretation of Visual Culture. London,U.K.: Routledge, 200M. Diakses: 1 Maret 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://id.scribd.com/document/357430727/Hooper-Greenhill-Museums-and-the-Interpretation-of-Visual-Culture

A. N. Edar dan A. Wahyuni, “Perencanaan Desain Konsep Walkability Kawasan Pantai Losari Kota Makassar,” Jurnal Arsitektur Zonasi, vol. 7, no. 2, hlm. 269–280, Jun 2024.

B. Surya, A. Salim, H. Hernita, S. Suriani, F. Menne, dan E. S. Rasyidi, “Land use change, urban agglomeration, and urban sprawl: A sustainable development perspective of makassar city, indonesia,” Land (Basel)., vol. 10, no. 6, 2021, doi: 10.3390/land10060556.

J. O. Simonds, Landscape Architecture, 3rd edition. New York, NY: Mc-Graw-Hill, 1998. Diakses: 1 Maret 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://id.scribd.com/document/554064405/Simonds-John-Ormsbee-Starke-Barry-W-Landscape-Architecture-Fifth-Edition-a-Manual-of-Environment

E. Steinfeld dan J. Maisel, Universal Design: Creating Inclusive Environments, 1st edition. Hoboken, Nj: Jhon Wiley & Sons, 2012. Diakses: 1 Maret 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=II6VV5iAW9cC

H. Harudin dkk., “Strategi Pengembangan Agrowisata Pesisir Berbasis Partisipasi Komunitas di Desa Liya Togo,” Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH), vol. 7, no. 2, hlm. 169–180, Jul 2025, doi: 10.51454/jimsh.v7i2.1162.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Annisa Idris, N. F., Budy, A. ., & Wahyuni, A. . (2026). Pengembangan Kawasan Rumah Adat Berbasis Eduwisata untuk Meningkatkan Legibility Kawasan di Taman Budaya Benteng Somba Opu. Jurnal Media Informatika, 7(2), 679–688. https://doi.org/10.55338/jumin.v7i2.8614

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)