Representasi Kesenjangan Sosial dalam Serial Netflix “The 8 Show”

Authors

  • Firdausyi Nuzulla, Universitas Mulawarman,  Indonesia
  • Nurliah Nurliah, Universitas Mulawarman,  Indonesia
  • Kezia Arum Sary, Universitas Mulawarman,  Indonesia
  • Harry Isra Muhammad, Universitas Mulawarman,  Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55338/jumin.v7i2.8608

Keywords:

Netflix, Kesenjangan Sosial, Ekonomi , Status Sosial, Kekuasaan

Abstract

Serial Netflix The 8 Show mengangkat isu kesenjangan sosial yang merepresentasikan realitas Korea Selatan melalui keadaan ekonomi, status, dan kekuasaan. Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam serial menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif dengan alat analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui adegan yang merepresentasikan kesenjangan sosial dan literatur untuk memperkuat hasil analisis. Melalui tiga fokus analisis, ditemukan adanya kesenjangan sosial berdasarkan perbedaan ekonomi, yaitu pendapatan serta aset, perbedaan status sosial melalui perbedaan gaya hidup, serta perbedaan kepemilikan kekuasaan yang mengakibatkan munculnya penindasan dan intimidasi. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain, yang mana status sosial yang digambarkan dalam serial didapat karena adanya kepemilikan uang dan kekuasaan salah satu peserta. Secara keseluruhan, penelitian mengungkapkan adanya representasi kesenjangan sosial di dalam serial The 8 Show secara simbolik dan sesuai dengan realitas kehidupan nyata sosial budaya yang terjadi di Korea Selatan sebagai latar serial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

H. Cangara and P. T. R. P. Pengantar Ilmu Komunikasi, 2018.

L. M. Nahda and H. W. Rizkidarajat, “Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi dan Konstruksi Sosial Perempuan dalam Serial Gadis Kretek,” in JISHI: Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, vol. 4, 2024.

N. F. Mokodompit, A. Nenobais, F. Wohon, and F. M. S. J. A. Sumarauw, “Bilangan Fibonacci dan Spiral Alam: Harmoni Matematika dalam Struktur Alamiah,” de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika, vol. 8, pp. 312-316, 2025.

M. Weber, Economy and Society. University of California Press, 1978.

A. R. Pristiawati, R. F. Marta, H. Panggabean, and K. N. R. Briandana, “Identification of Social Strata through Spoon Class Theory in the Parasite Film,” Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi, vol. 6, pp. 267-288, 2023.

M. Rayhan, D. K. Jati, F. N. Zaky, and M. R. A. E. Purwanto, “Globalisasi Budaya dan Media Digital: Dilema antara Modernisasi dan Pelestarian Budaya Lokal,” Indonesian Culture and Religion Issues, vol. 2, pp. 1-14, 2025.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitafif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2017.

N. A. Islahiha and N. F. R. Maulana, “Penerapan Sistem Perekonomian Syariah dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi di Indonesia,” JURMA: Jurnal Program Mahasiswa Kreatif, pp. 84-90, 2019.

M. Weber, The Theory of Social and Economic organization. The Free Press, 1947.

R. H. S. Aji, “Stratifikasi Sosial dan Kesadaran Kelas,” 16 E-Journal State Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” vol. 2. pp. 31-31, 2015.

H. Kim, “‘Spoon Theory’ and the Fall of a Populist Princess in Seoul,” The Journal of Asian Studies, vol. 76, pp. 839-849, 2017.

H. dan M. Patmawati, “Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Parasite (Analisis Semiotika Roland Barthes,” in Jurnal Ilmu Pemerintahan & Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar, vol. 5, M.I.T.Z.A.L., Ed., 2020, pp. 171-182,.

I. W. Suadnya and A. P. H. E. P. Paramita, “Mengungkap Peran Opinion Leader dalam Difusi Inovasi Pertanian Diera Digital di Kabupaten Lombok Barat,” in Prosiding Seminar Nasional Sosial dan Humaniora LPPM Universitas Mataram, vol. 2, 2025, pp. 53-62,.

“Netflix의 ’The 8 Show’는 소규모 사회의 권력 구조를 탐색합니다.” Seoul Press, 2024. [Online]. Available: https://www.seoulpr.com/popculture/109265/.

Downloads

Published

2026-03-06

How to Cite

Nuzulla, F., Nurliah, N., Sary, K. A., & Muhammad, H. I. . (2026). Representasi Kesenjangan Sosial dalam Serial Netflix “The 8 Show”. Jurnal Media Informatika, 7(2), 608–616. https://doi.org/10.55338/jumin.v7i2.8608