
Privasi dan Kerahasiaan
Privasi dan Kerahasiaan
Jurnal Media Informatika berkomitmen untuk melindungi privasi, data pribadi, dan kerahasiaan seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi ilmiah, termasuk penulis, reviewer, editor, anggota tim editorial, dan pengguna situs jurnal. Pengelolaan informasi dilakukan secara bertanggung jawab, profesional, dan sesuai dengan prinsip integritas serta etika publikasi ilmiah.
Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung proses editorial yang adil, independen, dan bebas dari pengaruh yang tidak semestinya, dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi dan dokumen yang diperoleh selama proses pengajuan, penelaahan, penyuntingan, publikasi, koreksi, maupun penanganan dugaan pelanggaran etika.
1. Informasi Pribadi dan Data Pengguna
Informasi pribadi yang dikumpulkan melalui sistem jurnal, seperti nama, alamat email, afiliasi, negara, identitas akademik, dan informasi lain yang relevan dengan proses penerbitan, digunakan hanya untuk kepentingan pengelolaan dan pelaksanaan proses editorial serta publikasi ilmiah.
Informasi tersebut tidak diperjualbelikan, disewakan, atau digunakan untuk tujuan yang tidak berkaitan dengan pengelolaan jurnal. Penggunaan dan pengungkapan informasi dilakukan secara terbatas sesuai kebutuhan proses editorial, administrasi, pengindeksan, pengarsipan, dan kewajiban yang berlaku.
2. Kerahasiaan Naskah
Setiap naskah yang dikirimkan kepada Jurnal Media Informatika diperlakukan sebagai dokumen rahasia selama proses editorial dan sebelum artikel dipublikasikan secara resmi.
- Editor, reviewer, dan anggota tim editorial tidak diperkenankan membagikan, menyebarluaskan, atau menggunakan isi naskah yang belum dipublikasikan untuk kepentingan pribadi atau pihak lain.
- Informasi mengenai naskah hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kewenangan dan keterlibatan langsung dalam proses editorial.
- Isi, data, gagasan, metode, hasil penelitian, dan informasi lain yang terdapat dalam naskah tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi tanpa persetujuan yang sesuai dari pihak yang berwenang.
- Informasi mengenai status, proses, komentar reviewer, dan keputusan editorial diperlakukan secara terbatas sesuai dengan kebutuhan proses publikasi.
3. Kerahasiaan dalam Double-Blind Peer Review
Jurnal Media Informatika menerapkan sistem Double-Blind Peer Review. Dalam proses ini, identitas penulis tidak diinformasikan kepada reviewer, dan identitas reviewer tidak diinformasikan kepada penulis, sejauh sistem dan informasi yang tersedia memungkinkan anonimitas tersebut dipertahankan.
- Reviewer wajib menjaga kerahasiaan identitas penulis dan seluruh informasi yang diperoleh selama proses penelaahan.
- Penulis tidak diperkenankan menghubungi reviewer secara langsung terkait proses penilaian naskah.
- Komunikasi antara penulis dan reviewer dilakukan melalui editor atau sistem pengelolaan jurnal.
- Reviewer tidak diperkenankan mengungkapkan identitasnya kepada penulis atau pihak lain tanpa persetujuan dan kewenangan yang sesuai.
- Setiap informasi yang dapat mengungkap identitas penulis atau reviewer harus dikelola secara hati-hati untuk menjaga independensi dan objektivitas proses review.
4. Kerahasiaan Komunikasi Editorial
Seluruh komunikasi yang terjadi selama proses editorial, termasuk komentar reviewer, rekomendasi editorial, permintaan revisi, keputusan penerimaan atau penolakan, serta komunikasi internal yang berkaitan dengan evaluasi naskah, diperlakukan sebagai informasi yang bersifat terbatas.
Editor dan anggota tim editorial hanya dapat membagikan informasi yang relevan kepada pihak yang memiliki peran dan kewenangan dalam proses editorial. Informasi mengenai proses evaluasi tidak boleh digunakan untuk memberikan keuntungan pribadi, akademik, profesional, maupun komersial kepada pihak tertentu.
5. Penggunaan Informasi dalam Naskah yang Belum Dipublikasikan
Editor, reviewer, dan pihak lain yang memperoleh akses terhadap naskah yang belum dipublikasikan tidak diperkenankan menggunakan informasi, data, metode, hasil penelitian, atau gagasan yang terdapat dalam naskah untuk kepentingan penelitian atau publikasi pribadi tanpa persetujuan yang sesuai dari penulis.
Ketentuan ini berlaku untuk seluruh informasi yang diperoleh selama proses pengajuan, evaluasi editorial, peer review, revisi, dan pengambilan keputusan publikasi.
6. Konflik Kepentingan dan Kerahasiaan
Apabila editor atau reviewer memiliki konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dalam menangani atau menilai suatu naskah, pihak tersebut wajib mengungkapkan kondisi tersebut kepada pihak editorial yang berwenang.
Editor atau reviewer yang memiliki konflik kepentingan tidak boleh memanfaatkan akses terhadap informasi rahasia dalam naskah atau proses editorial untuk kepentingan pribadi maupun pihak lain.
7. Perlindungan Data dan Keamanan Sistem
Jurnal Media Informatika menggunakan sistem pengelolaan jurnal daring untuk mendukung proses pengajuan, penelaahan, penyuntingan, dan publikasi artikel. Akses terhadap informasi dalam sistem dibatasi berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing pengguna.
- Pengguna bertanggung jawab untuk menjaga keamanan akun dan informasi aksesnya.
- Editor dan pengelola jurnal berupaya menerapkan pengelolaan akses yang sesuai untuk melindungi informasi editorial.
- Informasi yang diperlukan untuk proses publikasi dan pengindeksan dapat dipublikasikan setelah artikel secara resmi diterbitkan.
- Data dan informasi dapat disimpan untuk kepentingan administrasi, pengarsipan, integritas rekam jejak publikasi, dan penanganan masalah etika apabila diperlukan.
8. Penanganan Dugaan Pelanggaran Etika
Dalam hal terdapat dugaan pelanggaran etika publikasi, seperti plagiarisme, fabrikasi atau falsifikasi data, manipulasi kepengarangan, publikasi ganda, konflik kepentingan yang tidak diungkapkan, atau bentuk pelanggaran lainnya, informasi yang berkaitan dengan proses pemeriksaan akan ditangani secara hati-hati dan rahasia.
Informasi hanya dapat dibagikan kepada pihak yang relevan dan memiliki kewenangan untuk membantu proses penilaian, klarifikasi, investigasi, atau penyelesaian kasus. Penanganan dilakukan secara proporsional, objektif, dan berdasarkan bukti yang tersedia dengan memperhatikan prinsip keadilan serta pedoman etika publikasi yang relevan.
9. Pengecualian terhadap Kerahasiaan
Kerahasiaan dapat dibatasi apabila pengungkapan informasi diperlukan berdasarkan kewajiban hukum, proses investigasi pelanggaran etika yang sah, perlindungan integritas penelitian, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi oleh pengelola jurnal. Dalam kondisi tersebut, pengungkapan informasi dilakukan secara terbatas sesuai kebutuhan dan kewenangan yang berlaku.
Jurnal Media Informatika memandang privasi dan kerahasiaan sebagai bagian penting dari integritas proses publikasi ilmiah. Seluruh pihak yang terlibat dalam proses editorial wajib menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya serta tidak menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan pribadi atau tujuan yang tidak berkaitan dengan proses publikasi ilmiah.
Kebijakan ini diterapkan secara konsisten dengan prinsip etika publikasi, independensi editorial, objektivitas proses peer review, serta penanganan dugaan pelanggaran publikasi secara adil dan bertanggung jawab.







